Buku Saku Panduan Lengkap Shalat Witir (Pustaka Ibnu ‘Umar)

Buku Saku Panduan Lengkap Shalat Witir (Pustaka Ibnu ‘Umar)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 13.000,00
Rp 10.400
You save: IDR 2.600,00! (20.00%)

Product Description

Buku Saku Panduan Lengkap Shalat Witir, Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani, Pustaka Ibnu ‘Umar

Witir merupakan keutamaan yang tidak boleh ditinggalkan, dalam hal ini terdapat kutipan yang indah dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, “Barangsiapa yang terus-menerus meninggalkannya, maka hal itu menunjukkan sedikitnya (pemahaman) agamanya, dan persaksiannya ditolak.”

Sungguh, banyak keutamaan witir, di antaranya; Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ أَوْتِرُوْا فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ

“Wahai Ahlul Qur’an, shalat Witirlah kalian karena sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla itu witir (Maha Esa) dan mencintai orang-orang yang melakukan shalat Witir.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, an-Nasa-i)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Alah Ta’ala menjadikan bagi kalian shalat tambahan, dan shalat itu lebih baik dari unta merah. Shalat itu adalah witir. Allah Ta’ala menetapkan waktunya di antara Isya dan terbit Fajar.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kalian tambahan shalat, yaitu shalat Witir, maka shalat Witirlah kalian antara waktu shalat Isya’ hingga shalat Shubuh.” (HR. Ahmad)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اَلْوِتْرُ حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ، فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوْتِرَ بِخَمْسٍ فَلْيَفْعَلْ، وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوْتِرَ بِثَلاَثٍ فَلْيَفْعَلْ، وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوْتِرَ بِوَاحِدَةٍ فَلْيَفْعَلْ

“Shalat Witir adalah hak atas setiap Muslim. Barangsiapa yang ingin berwitir dengan lima raka’at, maka lakukanlah; barangsiapa yang ingin berwitir dengan tiga raka’at, maka lakukanlah; dan barangsiapa yang ingin berwitir dengan satu raka’at, maka lakukanlah.” (HR. Abu Dawud, an-Nasa-i, dan Ibnu Majah)

Buku yang ditulis oleh Syaikh Sa’id Wahf al Qahthani ini sangat berfaidah, selain memaparkan dalil penegasan terkait hukum pelaksanaannya, tak lupa beliau sertakan faidah dari gurunya yakni al-Allamah Syaikh Ibnu Baz rahimahullah. Rasululullah tidak pernah meninggalkan shalat witir dan shalat sunnah sebelum Fajar baik ketika mukim maupun safar, maka hal itu menunjukkan akan keutamaan hal tersebut. Bagaimana dengan kita? Bahkan, ada ulama yang mengecap “Miring / negatif” terhadap orang yang terus meninggalkan shalat witir. Di antaranya Ahmad bin Abdul Halim al-Harrani ad-Dimasqi rahimahullah. Pertanyaannya, “Sudahkah kita melazimi witir tiap hari?”