Buku Ayo Menginap di Rumah Nabi

Buku Ayo Menginap di Rumah Nabi

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 30.000,00
Rp 24.000
You save: IDR 6.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Ayo Menginap di Rumah Nabi

Nabi adalah orang yang paling adil,paling penyayang,dan paling lemah lembut.beliau membagi giliran bermalam kepada istri-istrinya,melindungi,dan menafkahi mereka semua.Sejarah kehidupan Rasul bersama para istrinya penuh dengan pergaulan yang baik dan akhlak yang mulia.

Jika Rasulullah hendak bepergian,beliau mengundi siapa diantara para istrinya yang akan turut menyertainya.Adapun bagi yang tidak keluar undiannya,beliau tidak menggantinya,demikian pendapat mayoritas ulama.Beliau adalah sosok yang mengatakan,”Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik pergaulannya dengan keluarga,dan aku adalah yang terbaik dari kalian bagi keluargaku.”

Pernah suatu saat,beliau mengulurkan tangannya kepada salah seorang istrinya sedangkan istri yang lain melihatnya.Kejadian ini sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim nomor 1462 bahwa anas berkata,”Nabi memiliki Sembilan istri,setiap kali beliau menggilir istrinya,beliau tidak pernah menggilir istrinya yang pertama kecuali setelah menyelesaikan giliran yang kesembilan.Setiap malam,semua istrinya berkumpul dirumah salah seorang yang mendapat giliran.Hingga pada suatu saat,giliran itu jatuh dirumah Aisyah,Kemudian Zainab pun datang dan Rasulullah mengulurkan tangan kepadanya.Maka Aisyah berkata,”Ini Zainab,’Rasulullah pun menahan uluran tangannya.”

Setiap selesai shalat Ashar,”Rasulullah selalu berkeliling menemui semua istrinya.Beliau mendekati masing-masing istrinya dan memerhatikan keadaan mereka semua.Namun bila malam tiba,beliau pun kembali kerumah istrinya yang mendapat giliran,karena malam itu telah beliau khususkan untuknya.

Aisyah berkata,Rasulullah tidak pernah melebihkan yang satu dari yang lainnya dalam pembagian waktu singgah.Beliau berusaha untuk selalu singgah kepada kita semua setiap hari,walau sebentar.Dan beliau pun selalu duduk mendekat para istrinya tanpa harus berhubungan.Hingga akhirnya sampailah kepada yang mendapat giliran,lalu beliau menginap dirumahnya.”

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 157 halaman, ukuran buku 15 x 23 cm, dan dengan berat 223 gram.
Penulis: Muhammad Hasan Al-Adawi
Penerbit: Aqwam Jembatan Ilmu