Cara Bijak Mendidik Anak (Pustaka Dhiya’ul Ilmi)

Cara Bijak Mendidik Anak (Pustaka Dhiya’ul Ilmi)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 43.000,00
Rp 34.400
You save: IDR 8.600,00! (20.00%)

Product Description

Cara Bijak Mendidik Anak (Pustaka Dhiya’ul Ilmi)

Ayah adalah komandan dalam rumah tangga, ia tidak tega menjatuhkan pasukannya ke dalam kebinasaan. Oleh karenanya ia berjuang sekuat tenaga untuk mengajak keluarganya bersama-sama menuju Surga dan lari sejauh-jauhnya dari Neraka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ ناراً وقودها النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عليها مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدادٌ لاَّ يَعْصُونَ اللهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Surat at-Tahrim: 6)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالأَمِيْرُ رَاعٍ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَّةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ، فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّت) متفق عليه

“Kalian semua adalah pemimpin dan seluruh kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin. Penguasa adalah pemimpin dan seorang laki-laki adalah pemimpin, wanita juga adalah pemimpin atas rumah dan anak suaminya. Sehingga seluruh kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin.” (Muttafaqun alaihi)

Relokasi Kesalahan yang Ada

Penyusun berkata, “Akhirnya, aku mulai merelokasi fenomena dan kesalahan-kesalahan ini dan aku mulai meninjau al-Qur’an dan as-Sunnah, sehingga kesalahan dan bualan metode-metode dalam mentarbiyah anak menjadi jelas bagiku. Saya mendapatkan bahwa seluruh metode-metode yang salah dalam mendidik anak tidak memiliki korelasi dengan agama yang lurus, tidak berdasarkan wahyu dan tidak pula berdasarkan akal. Bahkan, metode-metode tadi adalah buah kebodohan sepanjang tahun, tidaklah kebodohan itu melahirkan kecuali kebodohan dan bualan belaka.”

Ini adalah sebuah buku yang memaparkan kesalahan-kesalahan pendidik dalam mentarbiyah anak didiknya. Diharapkan mampu menjadi koreksi bersama untuk menuju hasil yang terbaik dalam mendidik generasi penerus umat Islam! Bukan sekedar kesalahan yang dikulik, namun ada solusi yang ditawarkan. Bisa dibilang, “Yang ini jangan, tapi yang itu silahkan!”

Perilaku yang Salah antara Murabbi dan Anak Didik

Berkata Dusta, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Celakalah bagi yang berbicara lantas berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.” (HR. Abu Dawud dan  Tirmidzi)

Masuk Tanpa Izin, Allah Ta’ala berfirman, (artinya) “Hai, orang orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu selalu ingat.” (Surat an-Nur: 27)

 

Penulis Dr. Muhammad bin Abdullah bin Shalih as-Suhaimi, Pustaka Dhiya’ul Ilmi.