Buku Walisongo, Gelora Dakwah dan Jihad Di Tanah Jawa (Buku ke Satu)

Buku Walisongo, Gelora Dakwah dan Jihad Di Tanah Jawa (Buku ke Satu)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 45.000,00
Rp 36.000
You save: IDR 9.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Walisongo, Gelora Dakwah dan Jihad Di Tanah Jawa (Buku ke Satu)

Buku Walisongo, Gelora Dakwah dan Jihad Di Tanah Jawa (Buku ke Satu)-Sesungguhnya kekuasaan Islam telah berdaulat penuh di hampir seluruh wilayah nusantara, hingga kedatangan bangsa-bangsa kafir Eropa. Dimulai dari kerajaan Katolik Portugis, kerajaan Katolik Spanyol, kerajaan Protestan Belanda lalu kerajaan Anglikan Inggris yang mulai menjajah dan menganeksasi kekuasaan Islam. Di antara penyebabnya adalah dendam kesumat setelah kalah dalam perang Salib masa Shalahudin al-Ayubi rahimahullah hingga jatuhnya Konstantinopel di tangan Sultan Turki Utsmani, Muhammad al-Fatih rahimahullah pada tahun 1453. Kejadian ini berlanjut  dengan jatuhnya pemerintahan Islam di Andalusia (Spanyol) di Eropa pada tahun 1492 M.

Serangan bangsa kafir Eropa terhadap Islam terus berjalan hingga ratusan tahun. Puncaknya adalah runtuhnya kekuasaan Khilafah Islam Turki Utsmani pada 3 Maret 1924 M oleh serangan zionis Yahudi dan Salibis Kristen Barat. Setelah itu, musuh-musuh Islam baik Zionis Yahudi maupun Salibis Kristen dari negara-negara  Amerika dan Eropa berupaya keras siang dan malam, baik sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, untuk membasmi kekuatan Islam, di mana pun umat Islam berada.

Oleh karenanya penulisan buku ini menjadi teramat penting bagi umat Islam di Indonesia, karena di pulau Jawa inilah kobaran api revolusi Islam pernah menyala pada abad ke-15 dan ke-16. Tidak mengherankan jika di pulau Jawa memilki peranan sentral di nusantara. Pada awal abad ke-21 ini, Jawa merupakan pulau terbesar ke-5 di nusantara dengan jumlah penduduk sekitar 136 juta sehingga menjadi pulau yang berpenduduk terbanyak dan terpadat di dunia. Jawa juga merupakan salah satu pusat peradaban sejarah kerajaan Syiwo-Buddho, kerajaan Islam, pemerintahan kolonial penjajah Belanda, serta pusat pergerakan nasional. Dengan demikian, tanah Jawa memiliki pengaruh yang sangat besar dalam segala aspek kehidupan seperti bidang ideologi, politik, pemerintahan, militer, hukum, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya dan peradaban di Indonesia.

Diskursus tentang wali Songo, semula oleh sebagian pihak dipandang lebih kepada mitos dan dongeng yang sarat dengan klenik (mistik) daripada sebagai fakta sejarah. Serial Trilogi Revolusi Islam Jawa  ini mencoba menyingkap kabut mitos dan dongeng tersebut sekaligus memandangnya sebagai bagian sejarah umat Islam. Oleh karena besarnya pengaruh wali songo dan kerajaan Islam Demak, sehingga tidak dapat diabaikan begitu saja sebagai fakta sejarah.

Dalam buku ini ada beberapa istilah yang berasal dari paling tidak tujuh bahasa, yaitu Indonesia, Jawa, Arab, Inggris, Belanda, Cina, dan Portugis. Ada beberapa istilah tersebut yang ditulis berdasarkan apa yang diucapkan menurut  aksara (Jawa- Sanskret) aslinya. Tujuannya lebih kepada ‘penelusuran’ terhadap istilah-istilah yang slah kaprah, walau banyak konsekuensinya. Misalnya adalah Mojopahit (Majapajit), Girindro Wardhono (Girinra Wardhana), Surokerto (Surakarta), dan lain-lain.

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 240 halaman, ukuran buku 14 x 20,5 cm dan dengan berat 213 gram.
Penulis: Rachmad Abdullah, S.Si., M.Pd.
Penerbit: Al-Wafi Publishing