Buku Wahabi Dan Imperialisme

Buku Wahabi Dan Imperialisme

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 36.000,00
Rp 29.000
You save: IDR 7.000,00! (19.44%)

Product Description

Buku Wahabi Dan Imperialisme

Buku Wahabi Dan Imperialisme-Wahabi sebuah gelar yang jelek dan seolah momok bagi orang yang mendengarnya. Mengapa bisa begitu? Karena kaburnya sejarah tentangnya, banyak yang menyangka bahwa Wahabi adalah umat Islam seluruh dunia, padahal nyatanya semua telah salah paham. Buku yang ada di hadapan pembaca merupakan terjemahan dari kitab 'Tashih Khata' Tarikhi hauli al-Wahabbiyah' yang mana buku ini disusun dalam rangka mem back up tulisan sebelumnya (yang berjudul 'Memperbaiki Kesalahan Sejarah Seputar Wahabiyyah' ) dan buku ini bisa dikatakan sebagai penjelasan tambahan (detail).

Wahhabiyah Atau Wahbiyah, Siapakah Mereka?

Pada abad ke-2 H dan melalui tangan Abdul Wahhab bin Rustum, tersebarlah di Afrika Utara sebuah sekte yang bernama Wahhabiyah, nisbat kepada Abdul Wahhab ini. Sekte tersebut merupakan pecahan dari sekte Wahbiyah Abadhiyah yang berpehaman Khawarij, nisbat kepada pendiri awalnya, Abdullah bin Wahb ar-rasibi, karenanya sebagian ada yang menamakan sekte ini dengan nama Rasibiyah.

Semua ulama Ahlussunnah di Maroko mencela sekte ini, karena sekte tersebut menyelisihi mereka dalam aqidah, bahkan banyak di antara mereka yang mengkafirkan penganut sekte ini. Beranjak dari sinilah saya mulai mencari kebenaran dari semua referensi yang menyebutkan masalah ini. Karenanya saya merujuk kepada biografi hidup Ali bin Muhammad al-Lakhmi -dan kepada beliau lah pertanyaan di atas diajukan- dan ternyata disebutkan bahwa beliau wafat pada tahun 478 H dan beliau adalah ulama fiqih madzhab Maliki, beliau berasal dari daerah Qairawani dan wafat di daerah Shafaqis.

Adapun penulis kitab yang bernama Ahmad bin Yahya al-Wansyarisi, maka disebutkan di setiap sampul depan kitab al-Mi'yar ini- di bawah tulisan namanya- bahwa beliau wafat pada tahun 994 H di daerah Faas.

Sedangkan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab -dan beliau adalah penggerak dakwah Salafiyah, pembaharu di Nejd- belum dilahirkan saat itu. Beliau dilahirkan pada tahun 1115 H di daerah Uyainah, dan beliau memulai dakwah  bersama Imam Muhammad bin Su'ud di Dir'iyah mulai tahun 1158 H.

Maka berdasarkan keterangan di atas, jawaban yang disebutkan dari pertanyaan di atas keluar  lebih dari 600 tahun sebelum kelahiran beliau (Muhammad bin Abdul Wahhab) jika dibandingkan dengan tahun wafatnya sang penjawab pertanyaan, yakni al-Lakhmi, dan lebih dari 200 tahun jika dibandingkan dengan wafatnya penulis buku yaitu al-Wansyarisi. Kedua perkara ini memunculkan kesamaran bagi siapa yang ingin meletakkan semua perkara pada pada tempatnya yang sesuai. Perkara inilah yang mendorong saya membahas -dari sisi sejarah dalam kitab-kitab para ulama Maroko- mengenai asal-usul madzhab / sekte ini dan kapan munculnya. Karena terdapat kesamaran dalam perkara ini yang butuh untuk diungkap; yaitu mengetahui maksud dari jawaban di atas atau dalam jawaban tersebut ada tambahan yang disisipkan ke dalam kitab tersebut, yang mana asalnya tambahan itu tidak pernah diucapkan oleh penjawab dan penulis kitab.

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 235 halaman, ukuran buku 14,5 x 20,5 cm, dan dengan berat 271 gram.
Penulis: Dr. Muhammad bin Sa'd Asy-Sywai'ir
Penerbit: Griya Ilmu