Buku Umat Islam Dikepung Dari Segala Penjuru

Buku Umat Islam Dikepung Dari Segala Penjuru

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 37.000,00
Rp 29.600
You save: IDR 7.400,00! (20.00%)

Product Description

Buku Umat Islam Dikepung Dari Segala Penjuru

Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali yang berkun-yah Abu Usamah ini termasuk jajaran murid senior dari Muhaddits kaliber dunia; Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah. Beliau (penulis) sangat aktif mempersembahkan karya-karyanya kepada kaum muslimin. Di antaranya; Bahjatun Nadhirin bi Syarh ar-Riyadhis Shalihin, Shahih al-Adzkar Lin Nawawy, Limaadza ikhtartu al-Manhaj as-Salafy, Al-Jama’at al-Islamiyyah fi dhau’il Kitaabi was Sunnah, dan lain sebagainya (dan Alhamdulillah, sebagian buku-buku dari beliau sudah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia).

Beliau menemani Syaikh al-Albani kurang lebih 25 tahun dan selain itu beliau tak luput dari menimba ilmu dari ulama yang lain, seperti Syaikh Muhammad Ya’qub (Muhaddits dari India), Syaikh al-Qadhi Hushain bin al-Muhsin as-Siba’i al-Yamani (murid senior dari Imam asy-Syaukani), Syaikh Muhammad Ismail al-Anshari (Muhaddits Madinah), dan masih banyak lagi. Subhanallah … Maka mengapa kita telah puas dengan satu orang guru, padahal ulama itu gurunya banyak?!?

Keprihatinan Penulis

Sesungguhnya umat Islam, khususnya di zaman sekarang, sedang mengalami kelemahan dan perpecahan yang sangat, yang menjdikannya berada di belakang rombongan perjalanan umat-umat (kafir). Musibah secara bertubi-tubi telah menimpa mereka yang mengakibatkan hilangnya rasa aman, tenang dan kebanyakan dari rumah dan harta kekayaan mereka.

Akan tetapi ketika aku merenungkan kalimat-kalimat wahyu Allah, baik itu al-Qur’an maupun as-Sunnah, aku melihat keadaan-keadaan ini tergali dengan huruf-huruf yang jelas, tidak ada kesamaran bagi siapapun yang mencermati hakekat segala sesuatu dan apa yang tersembunyi di dalamnya. Dia tidak akan tertipu dengan fatamorgana yang bersifat lahiriyah dan cepat lenyap. Demikian pula perbedaan warna yang telah bercampur baur dan memikat hati. Sungguh al-Wahn telah merasuk ke dalam sendi-sendi umat ini. Sehingga umat-umat (kafir) menyerangnya dan kekuatan makar internasional berupaya memusnahkannya.

Keadaan semacam ini telah ditunjukkan dan diperingatkan dengan jelas dan gamblang, dan bergema tinggi --namun tanpa ada kegaduhan yang bisa menerbangkan debu yang dapat menutupi pandangan mata-- di dalam hadits Tsauban radhiyallahu ‘anhu, maula (eks budak) disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya, “Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata, “Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya, “Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata, “Cinta dunia dan takut mati.”” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Inilah sekumpulan faedah yang terambil dari hadits Tsauban radhiyallahu ‘anhu di atas. Anda dapat menyimaknya dalam buku yang ringkas dan padat maknanya.

Penulis Syaikh Salim bin Ied al-Hilali, Pustaka Dhiya’ul Ilmi.