Buku Terjemah At-Tadzkirah (2 Jilid)

Buku Terjemah At-Tadzkirah (2 Jilid)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 295.000,00
Rp 245.000
You save: IDR 50.000,00! (16.95%)

Product Description

Buku Terjemah At-Tadzkirah (2 Jilid)

Buku Terjemah At-Tadzkirah (2 Jilid)-Sesungguhnya kitab ini berisi peringatan, yang mengetuk hati setiap mukmin, dan berupaya melepaskannya dari godaan-godaan  dan syahwat-syahwat duniawi. Untuk itu, kitab ini mengingatkan tentang sesuatu yang menunggu-nunggu kedatangan manusia dalam kehidupan yang hakiki, yaitu kehidupan yang dimulai setelah keluarnya ruh dari jasadnya.

Kitab ini berisi keterangan-keterangan rinci atas globalitas rukun iman yang kelima, yaitu beriman kepada adanya negeri akhirat. Demikianlah, dan perlu diingatkan di sini, bahwa rincian tentang iman kepada negeri akhirat termasuk perkara ghaib, di mana pedoman satu-satunya untuk mengetahuinya adalah ayat-ayat al-Qur’an al-Karim dan hadits-hadits yang shahih isnadnya, baik kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun kepada para shahabat radhiyallahu ‘anhum.

Berita tentang mati dan hari Kiamat termasuk objek yang sering dirasuki hadits-hadits dan atsar-atsar  yang dha’if, bahkan maudhu’ yang dibuat oleh kelompok zuhud atau lainnya. Dalam hal ini, al-Qurthubi rahimahullah banyak mengutip dari kitab karya Syaikh Abu Hamid al-Ghazali. Ternyata, kebanyakan hadits yang dikutipnya itu adalah hadits-hadits maudhu’ atau hadits-hadits yang tidak ada sumber aslinya dalam kitab-kitab sunnah. Oleh karena itu, penelitian kami (pentahqiq) terhadap kitab ini terkonsentrasi pada hal-hal berikut (sekitar 4 poin, di antaranya):

  • Hadits-hadits yang terdapat asalnya dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, kami terangkan penisbatannya dengan menyebutkan nomornya masing-masing.
  • Hadits-hadits dan atsar-atsar yang disebutkan isnadnya oleh Penulis, kami jelaskan kriteria masing-masing berdasarkan keadaan para perawinya.
  • Catatan peringatan atas hal-hal yang berlawanan dengan akidah dan manhaj yang ditempuh para ulama salaf yang shalih, dan sanggahan atas syubhat-syubhat pada kelompok ahli bid’ah, baik dari kalangan Asy’ariah, Mu’tazilah, maupun Shufiyah.

Melintasi Shirath

Apa itu Shirath, pernahkah Anda mendengarnya? Secara bahasa, ash-shirath (الصراط) mengandung makna suatu jalan yang terang. Menurut istilah syar’i, ash-shirath adalah jembatan yang dibentangkan di atas punggung (permukaan) neraka jahannam. (Maqayiis al-Lughah 3/349, karya Ibnu Faris dan Majmu’ al-Fataawa, 3/146 dan Fathul Baari, 13/425)

Allah Ta’ala berfirman, (artinya) “Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.” (Surat Maryam: 71)

Dari Abu Sa’id al-Khudhri radhiyallahu ‘anhu, dalam sebuah potongan hadits yang panjang, beliau menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ … Kemudian didatangkanlah jembatan, dan dibentangkan di antara dua punggung Neraka Jahannam. Kami (para shahabat) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimanakah bentuk jembatan itu?’ Rasulullah menjawab, ‘(Jembatan itu) licin dan menggelincirkan. Di atasnya terdapat besi-besi pengait (semacam jangkar*) dan kawat berduri yang ujungnya bengkok. Ia bagaikan pohon berduri di daerah Najd, dikenal dengan pohon Sa’dan …” Perawi kemudian berkata, “Telah sampai (berita) kepadaku bahwa shirath itu lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang.” (HR. Muslim no. 183)

Buku cetak edisi hardcover, tebal buku jilid 1 788 halaman dan jilid 708 halaman, ukuran buku 16,5 x 24,5 cm, dan dengan berat 2459 gram.

Penulis: Imam Syamsuddin Al-Qurthubi
Penerbit: Pustaka Al-Kautsar