Buku Terjemah Ahkamun Nisa’

Buku Terjemah Ahkamun Nisa’

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 95.000,00
Rp 76.000
You save: IDR 19.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Terjemah Ahkamun Nisa’

Buku Terjemah Ahkamun Nisa’-Saya senantiasa merenung tentang sebab berpalingnya manusia dari mengingat akhirat dan saya mendapati penyebabnya. Hal itu disebabkan oleh sedikitnya pemahaman. Aku mendapati kebanyakan orang tua menyibukkan anak-anaknya dengan pencaharian pada masa perkembangannya. Tidak mengajarkan kepadanya seputar kewajiaban-kewajiban ibadah dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam muamalah. Sehingga seorang anak berpikir hanya untuk mencari dunia, tidak mengetahui keterangan-keterangan tentang akhirat. Dan tidak mengetahui hal-hal yang fardhu. Ia tidak bisa disadarkan lagi oleh siapapun. Andaikata ia beruntung bisa menghadiri majlis para pembaca kisah maka barangkali ia mendengarkan hadits-hadits rukhsah yang tidak benar. Sehingga mendorongnya untuk terus berbuat dosa sambil mengatakan, “Tuhanku Maha Pemurah.”

Barangkali mereka memperdengarkan kepadanya kabar-kabar kezuhudan para ahli zuhud seperti Ma’ruf, Bisyr, dan al-Junaid. Padahal ia belum mengetahui tentang kewajiban-kewajiban dan hampir tidak ada pengetahuan yang menempel pada dirinya mengenai hal itu. Seandainya ada sebagian pengetahuan yang menempel padanya maka ketidaktahuannya terhadap hal itu lebih baik dibanding pengetahuannya. Ia hanya memahami dari ucapan mereka bahwa yang dimaksudkan adalah meninggalkan dunia. Sayangnya, mereka tidak mengenalkan kepadanya tentang alasan mengapa dunia itu ditinggalkan. Sehingga ia menyendiri di tempat shalat pribadinya, meninggalkan mata pencaharian, serta menelantarkan keluarganya, dan ia tidak mendapatkan manfaat, kecuali seperti manfaat yang diperoleh oleh seekor hewan yang dikurung di kandangnya. Karena ia menyendiri dalam keadaan bodoh tanpa ilmu.

Kadang-kadang juga ia bersiap diri untuk mendapat salam dan permintaan barakah dari masyarakat lantaran penyendiriannya. Ia menampakkan kekhusyuannya seolah-olah ia baru mengalami musyahadah. Ia mengembara di padang-padang sahara sehingga ia mengabaikan kewajiban-kewajiban dan keluarganya. Saya mengetahui bahwa sumber seluruh bencana ini adalah kebodohan terhadap ilmu.

Saya masih senantiasa memotivasi manusia untuk mencari ilmu. Karena ilmu merupakan cahaya yang bisa dijadikan sebagai petunjuk. Saya melihat para wanita lebih membutuhkan peringatan ini dibanding laki-laki. Hal itu disebabkan oleh jauhnya mereka dari ilmu dan dikuasainya mereka oleh hawa nafsu. Kebanyakan wanita tumbuh berkembang di kamarnya atau dalam kekangan, tidak mempelajari al-Qur’an, tidak mengetahui cara bersuci dari haid, tidak mempelajari rukun-rukun shalat, dan tidak berbicara seputar hak-hak suami sebelum menikah. Mungkin ia pernah melihat ibunya menunda mandi usai haid hingga saat mencuci pakaian, masuk kamar mandi tanpa mengenakan sarung dan mengatakan, “Aku hanya bersama saudara dan anak perempuanku,” ia mengambil harta suami tanpa seizinnya dan menipunya, ia beranggapan hal itu diperbolehkan agar suami bersimpati kepadanya, shalat dengan duduk meskipun mampu berdiri, berusaha menggugurkan kandungan tatkala hamil, dan berbagai penyakit lainnya yang menunjukkan kebodohannya yang akan kami sebutkan, insya Allah. (Secuil Pengantar dari Penulis)

Buku cetak edisi hardcover, tebal buku 416 halaman, ukuran buku 16,5 x 24,5 cm, dan dengan berat 962 gram.
Penulis: Ibnul Jauzi
Penerbit: Al-Qowam