Buku Ta’ziyah dan Ziarah Kubur

Buku Ta’ziyah dan Ziarah Kubur

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 8.000,00
Rp 6.800
You save: IDR 1.200,00! (15.00%)

Product Description

Buku Ta’ziyah dan Ziarah Kubur

Dahulu Rasulullah pernah melarang ziarah kubur, lalu membolehkannya kembali. Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

« أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ ». يَعْنِى الْمَوْتَ

“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian.” (HR. Tirmidzi)

Berapa banyak ayat al-Qur’an yang menganjurkan untuk mengingat kematian,

( كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ) [آل عمران : 185]

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari. kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Surat Ali Imran: 185).

Dan bila telah datang kematian, maka tidak bisa diundurkan,  Allah Ta’ala berfirman,

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (Surat al-A’raf: 34)

Sekilas Tentang Definisi, Hukum, dan Hikmah Ta’ziyah

Apa itu ta’ziyah? Imam al-Khirasyi rahimahullah berkata, “Ta’ziyah yaitu menghibur orang yang tertimpa musibah dengan pahala-pahala yang dijanjikan Allah, sekaligus mendoakan mereka, dan mayitnya.”

Hukum ta’ziyah adalah sunnah sebagaimana telah terjadi kesepakatan para ulama’ tentangnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَزَّى مُصَابًا فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ

“Barangsiapa yang berta’ziyah kepada orang yang tertimpa musibah, maka baginya pahala seperti pahala yang didapat orang tersebut.” (HR. Tirmidzi)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Tidaklah seorang mukmin berta’ziyah kepada saudaranya yang terkena musibah kecuali Allah akan memakaikan pakaian kemuliaan kepadanya di Hari Kiamat.” (HR. Ibnu Majah)

Hikmah ta’ziyah di antaranya: meringankan orang yang terkena musibah dan menghiburnya, mendo’akannya agar Allah menggantikan musibahnya dengan pahala yang besar, membangkitkan dirinya untuk bersabar dan meraih pahala dari musibah tersebut, serta untuk merelakan diri terhadap takdir Allah dan berserah diri kepada-Nya.

Buku yang kecil nan ringkas ini aslinya merupakan ringkasan dari dua kitab yang berjudul  at-Ta’ziyah karya Musa’id bin Qasim al-Falih, dan al-Wajiiz fi Hukmi Ziyaaratil Qubuuri asy-Syar’iyyati wal Bid’iyyati karya ‘Abdullah bin ‘Ali ash-Shuwailih. Penyusun menyajikannya tanpa berpanjang lebar, guna manfaatnya dapat segera dipraktekkan oleh kaum muslimin di bumi Indonesia. Apabila Anda mempunyai musykilah terkait ta’ziyah dan ziarah kubur, maka buku ini bisa jadi pengobat rasa dahaga Anda terhadap ilmu syar’i. Buku adalah teman yang bermanfaat, oleh karena itu perbanyaklah membaca buku, kelak teman-teman baru akan bermunculan di kanan dan di kiri Anda!

Penulis  Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah, Pustaka Ibnu ‘Umar.