Buku Ta’aruf Terindah Menuju Pernikahan Barokah

Buku Ta’aruf Terindah Menuju Pernikahan Barokah

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 35.000,00
Rp 28.000
You save: IDR 7.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Ta’aruf Terindah Menuju Pernikahan Barokah

Buku Ta’aruf Terindah Menuju Pernikahan Barokah-Ada beberapa catatan terkait dengan proses ta’aruf … Ambillah jalan yang sudah ditentukan oleh Allah. Bukan jalan-jalan yang direkayasa manusia dalam mendapatkan jodoh. Jauhilah pacaran karena pacaran itu akan menghantarkan diri pada kemaksiatan yang lebih besar.

Dengan mengambil opsi ta’aruf kita berarti sudah siap mengambil sebuah langkah terbaik untuk menjadi lebih baik. Pernikahan adalah salah satu perintah Allah. Maka harus dimulai dengan kebaikan, bukan kemungkaran.

Yang kedua, banyak sekali jebakan-jebakan dalam ta’aruf yang perlu diwaspadai. Jangan sampai kita niatnya ta’aruf tapi malah terjebak pada hal-hal yang tidak disyari’atkan. Yang ketiga, jika semua sudah dilakukan, jangan lupa bersiap untuk bahagia. Menyerahkan semua ketentuan kepada Allah yang menggenggam hati kita. Dan terakhir, bersikap sabar tatkala memang do’a kita belum dikabulkan Allah. Jangan merasa terlalu sedih. Selalu ada harapan di depan mata. Jika belum sekarang menikahnya, insya Allah masih ada tahun depan. Amiin.

Pilihlah Yang Beragama!

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَـالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.

“Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.” (HR. Bukhari)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا اسْتَفَادَ الْمُؤْمِنُ بَعْدَ تَقْوَى اللهِ خَيْرًا لَهُ مِنْ زَوْجَةٍ صَالِحَةٍ، إِنْ أَمَرَهَـا أَطَاعَتْهُ، وَإِنْ نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ، وَإِنْ أَقْسَمَ عَلَيْهَا أَبَرَّتْهُ، وَإِنْ غَابَ عَنْهَا نَصَحَتْهُ فِيْ نَفْسِهَا وَمَالِهِ.

“Seorang mukmin tidak mengambil manfaat sesudah takwa kepada Allah, yang lebih baik dibandingkan wanita yang shalihah: Jika memerintahnya, ia mentaatinya; jika memandang kepadanya, ia membuatnya senang; jika bersumpah terhadapnya, ia memenuhi sumpahnya; jika bepergian meninggalkannya, maka ia tulus kepadanya dengan menjaga dirinya dan harta suaminya.” (HR. Ibnu Majah)

Dalam sabdanya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain,

مِنْ سَعَـادَةِ ابْنُ آدَمَ ثَلاَثَةٌ: اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، وَالْمَسْـكَنُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الصَّالِحُ، وَمِنْ شَقَاوَةِ ابْنُ آدَمَ: اَلْمَرْأَةُ السُّوْءُ، وَالْمَسْكَنُ السُّوْءُ، وَالْمَرْكَبُ السُّوْءُ.

“Kebahagiaan manusia ada tiga: Wanita yang shalihah, tempat tinggal yang baik, dan kendaraan yang baik. Sedangkan ke-sengsaraan manusia ialah: Wanita yang buruk (perangainya), tempat tinggal yang buruk, dan kendaraan yang buruk.” (HR. Ahmad)

Dari Tsauban, ia mengatakan: “Ketika turun (ayat al-Qur’an) mengenai perak dan emas, mereka bertanya: ‘Lalu harta apakah yang harus digunakan?’ ‘Umar berkata: ‘Aku akan memberitahu kepadamu mengenai hal itu.’ Lalu dia mengendarai untanya hingga menyusul Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan aku mengikutinya dari belakang. Lalu dia bertanya: ‘Wahai Rasulullah, harta apakah yang akan kita gunakan?’ Beliau menjawab: ‘Hendaklah salah seorang dari kalian mempunyai hati yang bersyukur, lisan yang berdzikir, dan isteri beriman yang dapat mendukung (memotivasi) salah seorang dari kalian atas perkara akhirat.'” (HR. Ibnu Majah)

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 188 halaman, ukuran buku 14 x 20,5 cm, dan dengan berat 409 gram.
Penulis: Burhan Sodiq
Penerbit: GazzaMedia