Buku Syarah Ushul Sittah

Buku Syarah Ushul Sittah

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 22.000,00
Rp 18.700
You save: IDR 3.300,00! (15.00%)

Product Description

Buku Syarah Ushul Sittah

Buku ini sering diterjemahkan 6 Prinsip Beragama atau Enam Landasan Pokok Beragama, yang biasanya kita baca setelah menamatkan Tiga Landasan Utama (Ushul Tsalatsah), Kitab Tauhid, 4 Kaidah dalam Beragama (al-Qawa’idul Arba’) dan Menyingkap Syubhat Kesyirikan (Kasyfu Syubuhat). Kesemuanya merupakan karya dari Syaikh Muhammad at-Tamimi, seorang mujaddid asal Nejd, Saudi Arabia. Buku yang ada di hadapan pembaca ini disyarah (dijelaskan) oleh Fadhilatus Syaikh Ibnu Utsaimin, seorang ulama’ dari ‘Unaizah. Beliau adalah murid dari Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Si’dy. Guru beliau sendiri teramat banyak untuk disebutkan di sini satu persatu.

Enam Landasan Beragama

Sudahkah Anda Mengetahuinya? Pertama, Tentang Tauhid versus Syirik, Kedua, Perintah Bersatu dan Larangan Berpecah dalam Beragama, Ketiga, Kewajiban Mendengar dan Taat kepada Pemimpin, Keempat, Ilmu dan Ulama, Siapakah yang layak disebut Ulama Imitasi Itu?, Kelima, Wali Allah Versus Wali Setan, Keenam, Anjuran Untuk Mengikuti al-Qur’an dan as-Sunnah serta Teguran yang Keras dari Mengikuti Pendapat Akal dan Hawa Nafsu!

Taat Kepada Pemimpin Adalah Kebaikan

Dewasa ini, menghujat pemerintah ialah hal yang biasa. Bahkan dilakukan di podium-podium mimbar Jum’at, di jalan-jalan dengan menggelar orasi dan semacamnya. Apakah Islam menuntunkan perkara tersebut? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, serta ulil amri di antara kalian. Kemudian apabila kalian berselisih tentang suatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul, jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhir. Hal itu adalah yang terbaik untuk kalian dan paling bagus dampaknya.” (Surat an-Nisaa’: 59)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menaatiku maka dia telah taat kepada Allah. Dan barangsiapa yang mendurhakaiku maka dia telah durhaka kepada Allah. Barangsiapa yang menaati amirku maka dia telah menaatiku. Dan barangsiapa yang mendurhakai amirku maka dia telah durhaka kepadaku.” (HR. Bukhari)

Wali yang Sebenarnya

Anak zaman now, jika ditanyakan kepada mereka, “Siapakah wali itu?” Maka dengan antusias akan menjawab? “Wali Band, mas!” Hadeeuuh … Padahal tidak demikian, Wali menurut al-Qur’an, bisa Anda simak pada ayat ini,

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (62) الَّذِينَ آَمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ (63) لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (64)

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang beriman dan selalu bertaqwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.” (Surat Yunus : 62-64).

Jadi, lebih dekat kepada orang yang mendekat dan menolong agama Allah.

Penulis Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Penerbit al-Qawam.