Buku Syarah Shahih Muslim (6 Jilid)

Buku Syarah Shahih Muslim (6 Jilid)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 1.080.000,00
Rp 864.000
You save: IDR 216.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Syarah Shahih Muslim (6 Jilid)

Buku Syarah Shahih Muslim (6 Jilid)-Tidak lengkap rasanya jika hanya menelaah hadits Shahih Bukhari tanpa menyertakan Shahih Muslim. Sebab keduanya merupakan rujukan terhebat ‘bi idznillah’ yang ada di muka bumi. Tahukah Anda nama penyusunnya? Beliau adalah Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al-Qusyairi an-Naisaburi. Dan beliau tidak sendirian, beliau dikawal oleh ulama besar setelahnya; Abu Zakariya Yahya bin Syaraf bin Hasan bin Husain an-Nawawi ad-Dimasyqiy. Beliau adalah pensyarah kitab ini hingga menjadi 6 jilid. Makin lengkap saja penjelasannya, Subhanallah!

Mengenal Shahih Muslim

Kitab Shahih Muslim memiliki karakteristik tersendiri, di mana Imam Muslim banyak memberikan perhatian pada ekstraksi (pemilahan) yang resmi. Beliau bahkan tidak mencantumkan judul-judul setiap akhir dari satu pokok bahasan. Di samping itu, perhatiannya lebih diarahkan pada mutaba’at dan syawahid (dua istilah dalam ilmu hadits).

Walaupun dia memiliki nilai beda dalam metode penyusunan kitab hadits, Imam Muslim sekali-kali tidak bermaksud mengungkap fiqih hadits, namun mengemukakan ilmu-ilmu yang bersanad. Karena beliau meriwayatkan setiap hadits di tempat yang paling layak dengan menghimpun jalur-jalur sanadnya di tempat tersebut. Sebenarnya kitab Shahih Muslim dipublikasikan untuk Abu Zur’ah, salah seorang kritikus hadits terbesar, yang biasanya memberikan sejumlah catatan mengenai cacatnya hadits. Lantas, Imam Muslim kemudian mengoreksi cacat tersebut dengan membuangnya tanpa argumentasi. Karena Imam Muslim tidak pernah mau membukukan hadits-hadits yang hanya berdasarkan kriteria pribadi semata, dan hanya meriwayatkan hadits yang diterima oleh kalangan ulama. (Disarikan dari blog: bukharimuslim.word***.com dengan sedikit perubahan)

Mengenal Pensyarah

Beliau adalah Yahya bin Syaraf bin Hasan bin Husain an-Nawawi ad-Dimasyqiy, yang lebih dikenal dengan an-Nawawi. Beliau dilahirkan pada bulan Muharram tahun 631 H di Nawa, sebuah kampung di daerah Dimasyq (Damascus) yang sekarang merupakan ibukota Suriah. Beliau dididik oleh ayah beliau yang terkenal dengan keshalihan dan ketaqwaan. Beliau mulai belajar di katatib (tempat belajar baca tulis untuk anak-anak) dan hafal al-Quran sebelum menginjak usia baligh.

an-Nawawi tinggal di Nawa hingga berusia 18 tahun. Kemudian pada tahun 649 H ia memulai rihlah thalabul ilmi-nya ke Dimasyq dengan menghadiri halaqah-halaqah ilmiah yang diadakan oleh para ulama kota tersebut. Ia tinggal di madrasah ar-rawahiyyah di dekat al-Jami’ al-Umawiy. Jadilah thalabul ilmi sebagai kesibukannya yang utama. Disebutkan bahwa ia menghadiri 12 halaqah (pertemuan / bermajlis) dalam sehari. Ia rajin sekali dan menghafal banyak hal. Ia pun mengungguli teman-temannya yang lain. Ia berkata: “Dan aku menulis segala yang berhubungan dengannya, baik penjelasan kalimat yang sulit maupun pemberian harakat pada kata-kata. Dan Allah telah memberikan barakah dalam waktuku.” Imam an-Nawawi adalah seorang yang zuhud, wara’ dan bertaqwa. Beliau sederhana, qana’ah dan berwibawa. Beliau menggunakan banyak waktu beliau dalam ketaatan. Sering tidak tidur malam untuk ibadah atau menulis. Beliau juga menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, termasuk kepada para penguasa, dengan cara yang telah digariskan Islam. Beliau menulis surat berisi nasehat untuk pemerintah dengan bahasa yang halus sekali. (Disarikan dari muslim.or.id/671)

Buku cetak edisi hardcover, buku terdiri dari 6 jilid, ukuran buku 24.5 x 16 cm, dan dengan berat total 9500 gram.
Penulis: Imam An-Nawawi
Penerbit: Darus Sunnah