Buku Syarah Nawaaqidhul Islam

Buku Syarah Nawaaqidhul Islam

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 75.000,00
Rp 60.000
You save: IDR 15.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Syarah Nawaaqidhul Islam

Buku Syarah Nawaaqidhul Islam-Inilah buku penting yang patut Anda miliki, di dalamnya dibahas tentang beberapa penyebab pembatal-pembatal keislaman. Penulis mengumpulkannya menjadi 10 perkara, namun padanya bukan sebagai pembatasan. Hal pertama yang dapat membatalkan keislaman adalah Syirik.

  • Berkata mualif (penyusun): “Ketahuilah bahwa hal-hal yang dapat meruntuhkan keislaman ada sepuluh. Pertama adalah syirik di dalam beribadah kepada Allah Azza wa Jalla,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (Surat an-Nisa’: 48)

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (Surat al-Ma’idah: 72)”

  • Berkata pensyarah (yang menjelaskan, yakni syaikh Shalih al-Fauzan)

Setelah memuji Allah dan bershalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, shahabatnya, dan para pengikutnya, lalu beliau berkata: Wajibnya atas seorang muslim untuk mencemaskan agamanya dalam cara yang lebih bersungguh-sungguh diibanding cemas terhadap diri dan hartanya sendiri. Terhadap apa ia mencemaskan agamanya? Ia mencemaskan agamanya terhadap berbagai fitnah dan ketidakjelasan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

“Bersegeralah melakukan amalan shalih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia.” (HR. Muslim no. 118). Lihat hal. 32-36.

Pembatal Kesembilan

Orang yang meyakini bahwa sebagian orang leluasa baginya untuk keluar dari syari’at Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana yang dilakukan oleh al-Khidir (bertindak) keluar dari syari’at Musa ‘alaihissallam, maka orang itu adalah kafir.

Penjelasan

Tidak diragukan lagi bahwa Allah Azza wa Jalla mengutus Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada seluruh umat manusia, baik orang Arab maupun non Arab, kalangan ahli kitab maupun masyarakat awam, bahkan kepada jin  dan manusia. Oleh karena itu, Allah mewajibkan kepada jin dan manusia untuk mengikuti Rasul. Dan ini merupakan kekhususan beliau. Beliau bersabda: “Dahulu seorang Nabi diutus secara khusus kepada kaumnya, sedangkan diriku diutus kepada umat manusia secara keseluruhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

(Selengkapnya dapat Anda lihat hal. 233-249)

Buku cetak edisi hardcover, tebal buku 275 halaman, ukuran buku 16 x 24 cm, dan dengan dengan berat 642 gram.
Penulis: Muhammad bin Abdul Wahhab
Penerbit: Akbarmedia