Buku Syarah Hilyah Thalibil Ilmi

Buku Syarah Hilyah Thalibil Ilmi

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 60.000,00
Rp 48.000
You save: IDR 12.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Syarah Hilyah Thalibil Ilmi

Buku Syarah Hilyah Thalibil Ilmi-Inilah dia, buku yang ditunggu-tunggu para penuntut ilmu di seluruh nusantara. Karya ulama dengan segudang kompetensinya berikut pensyarah yang diakui kefaqihannya dalam agama. Sinergi bahu membahu dalam mencerdaskan umat.

Berhias Diri dengan Muru’ah

Berhias diri dengan muru’ah dan semua akhlak yang mendorong kepadanya, bermuka cerah, menyebarkan salam, bersabar dalam menghadapi manusia, menjaga harga diri tapi dengan tetap rendah hati, menjaga kemuliaan namun tidak dengan kesewenang-wenangan, memelihara kecerdasan tanpa harus fanatik dan kokoh memegang kebenaran tanpa dikotori karakter jahiliyah.

Penjelasan:

Syaikh Bakr berkata: Berhias diri dengan muru’ah. Apakah muru’ah itu? Para fuqaha mendefinisikannya dalam kitab syahadat, mereka berkata: Muru’ah adalah berbuat hal yang memperindah dirinya, menghiasinya, menjauhi perbuatan yang mengotorinya dan merendahkannya. Ini adalah ungkapan umum. Segala sesuatu yang membuatmu tampak indah dalam pandangan manusia, menghiasi dirimu, dan menjadi sebab kamu disanjung manusia. Itulah muru’ah, meskipun perbuatan itu tidak tergolong ibadah. Dengan demikian, semua perbuatan yang berseberangan dengan hal itu, maka tidak termasuk muru’ah.

Kemudian Syaikh Bakr mengambil sebuah contoh, ia berkata: akhlak yang terpuji, apakah itu akhlak yang terpuji? Yaitu selalu bersikap toleran, bersikap lembut pada tempatnya dan bersikap tegas pada tempatnya. Karena itu, agama Islam datang sebagai agama yang moderat, antara toleran yang bisa melenyapkan hak-hak dan ketegasan tanpa kompromi yang terkadang bisa menyebabkan kesewenang-wenangan. Qisas misalnya, yaitu membunuh jiwa karena jiwa, disebutkan bahwa bani Israil terbagi dua dalam pensyariatan qisas.

Sebagian mewajibkan hukum bunuh tanpa ada pilihan bagi wali darah di dalamnya. Ini adalah syariat dalam kitab Taurat, karena syariat dalam kitab Taurat condong kepada sifat keras.

Sebagian  lagi mewajibkan pemberian maaf. Mereka berkata, “Jika seseorang dibunuh dengan sengaja, maka wali darah wajib memaafkannya.” Begitulah yang kita baca dari kitab-kitab yang dinukilkan kepada kita. Saya sendiri belum menemukan nash yang berhubungan dengannya. Jika tidak, maka syari’at Injil pada dasarnya adalah syari’at Taurat. Dan Allah telah berfirman mengenainya, “Dan telah kami tetapkan di dalamnya bahwa jiwa dibalas dengan jiwa.” (Surat al-Maidah: 45) Akan tetapi, berdasarkan keterangan yang dinukil kepada kami begitulah adanya. Lalu agama Islam datang sebagai pertengahan, Islam memberikan pilihan kepada wali darah untuk memilih antara mengambil hukum bunuh atau memaafkan secara cuma-cuma, atau ia maafkan dengan pembayaran diyat. Dengan demikian urusan dalam hal ini menjadi luas. Dan maklum bahwa setiap orang yang berakal akan memilih-milih dalam urusan ini, ia akan memilih apa yang lebih bermaslahat bagi umat, lalu ia akan mengedepankannya di atas segala sesuatu.

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 288 halaman, ukuran buku 15,5 x 24 cm, dan dengan berat 611 gram.
Ta'lif: Al-Allamah Dr. Bakr bin Abdullah
Syarah: Al-Allamah Asy-Syaikh Al-Utsmain