Buku Sultan Muhammad Al-Fatih

Buku Sultan Muhammad Al-Fatih

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 40.000,00
Rp 32.000
You save: IDR 8.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Sultan Muhammad Al-Fatih

Sultan Muhammad II dilahirkan pada tahun 833 H/1428 M dan merupakan Sultan Daulah Utsmaniyah yang ke-7 dalam silsilah keluarga besar Ustman. Di dijuluki al-Fatih dan abu al-Khairat (Pembawa Banyak Kebaikan). Dia berkuasa selama hampir 30 tahun yang merupakan masa kebaikan dan kebanggaan bagi kaum muslimin.

Dia memegang tampuk kekuasaan di Daulah Utsmaniyah pasca wafatnya sang ayah pada 16 Muharram, tahun 855 H, yang bertepatan dengan tanggal 18 Februari tahun 1451 M. Usianya kala itu baru 22 tahun.

Sultan Muhammad Fatih berbeda dengan sultan-sultan lainnya karena sosoknya yang unik, yang menggabungkan antara sifat yang kuat dan adil. Semenjak menginjak remaja dia telah terlihat unggul atas teman-teman sebayanya dalam banyak ilmu  yang dipelajarinya di Madrasah al-Umara', khususnya penguasaan berbagai bahasa yang berkembang di masanya dan kecenderungannya untuk mempelajari kitab-kitab sejarah. Hal itu semua membantunya di kemudian hari menjadi sosok yang menonjol di bidang manajemen dan medan perang. Hingga dia kemudian tersohor di dalam sejarah sebagai Muhammad al-Fatih, karena berhasil menaklukkan kota Konstantinopel (sekarang bernama Istanbul).

Dia menjalankan metode yang telah dijalankan oleh sang ayah dan kakek dalam melakukan penaklukan-penaklukan. Setelah memegang tampuk kekuasaan di Daulah Utsmaniyah, dan dia menciptakan berbagai terobosan, yaitu menata ulang sistem manajemen negara yang beragam, dia juga sangat memperhatikan urusan tata kelola keuangan dan aset negara. Di antara terobosannya adalah:

  • Membatasi sumber pendapaatan negara dan bagaimana mengalokasikannya dalam format yang dapat mencegah terjadinya pemborosan, kemewahan, atau hura-hura.
  • Berkonsentrasi pada peningkatan unit-unit pasukan, menata ulang sistemnya dan membuat catatan-catatan khusus terkait para prajurit.
  • Terobosan lainnya, dia juga menaikkan gaji mereka dan menyuplai mereka dengan segala jenis senjata yang ada di masa itu.

Kemenangan Datang Silih Berganti

Dan merupakan sunnatullah, kemenangan datangnya silih berganti, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ ۚ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

“Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim.” (Surat Ali Imran ayat 140)

Bagaimanakah strategi al-Fatih hingga dengan mudah meraup kemenangan? Simak kisah menawan yang menggugah hati dalam lembar demi lembarnya!

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 260 halaman, ukuran buku 14,5 x 21 cm, dan dengan berat 503 gram.
Penulis: Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi
Penerbit: Darul Haq