Buku Suamiku, Dengarkan Curahan Hatiku

Buku Suamiku, Dengarkan Curahan Hatiku

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 25.000,00
Rp 20.000
You save: IDR 5.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Suamiku, Dengarkan Curahan Hatiku

Asyku Ilaika Zaujiy adalah judul dari buku ini, buku yang kemudian dialihbahasakan menjadi Suamiku, Dengarkan Curahan Hatiku. Tidak tebal, juga tidak tipis. Buku berisi 11 Curhat (Curahan Hati) ini menyasar para suami agar lebih memperhatikan istri-istri mereka. Karena mereka bak gelas-gelas kaca sebagaimana isyarat dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,

اِرْفَقْ بِالْقَوارِيْرِ

“Lembutlah kepada gelas-gelas kaca (maksudnya para wanita).” (HR. Bukhari)

Bimbing Aku Ke Jalan-Nya

Penulis mengawali problemnya dengan hal sangat urgen bagi kebahagiaan dua sejoli. Perhatian terhadap ilmu syar'i dalam keluarga memang sering kali kurang. Perhatian itu meliputi mencari, mempelajari, menghadiri majelis ilmu, atau mendengarkan kaset-kaset ceramah yang bermanfaat (Adapun nikmat pada hari ini ialah adanya Youtube yang memuat video-video agama, semisal pada channel ; Yufid TV, Yufid Edu, dan Yufid Kids*). Hal ini merupakan kesalahan besar dalam rumah tangga. Terlebih bila sang suami adalah seorang alim, penuntut ilmu, atau minimal orang yang sering membaca buku Islam dan mendengarkan kaset (VCD, Flashdisck, dan Harddisck*) keislaman. Bila kemudian ia mengeluhkan akhlak istri  dan anak-anaknya yang buruk, sebenarnya dia sendirilah penyebabnya. Yakni karena ia tidak mengajari anak dan istrinya tentang perkara agama. Barangkali hadits berikut ini akan mensupport hati Anda. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lelaki mana saja yang memiliki budak, lalu ia mengajari dan mendidiknya dengan baik, kemudian memerdekakannya dan menikahinya maka ia mendapatkan dua pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini budak … bagaimana jika ia adalah istri kita, tentu lebih utama untuk mendapatkan pengajaran agama!

Menyibak Isi Buku

Sebenarnya ada trik mudah untuk mengetahui keseluruhan isi suatu buku yakni dengan cara membaca mukadimah dan daftar isinya.  Setelah kita mengetahui curhatan yang pertama, mari kita kuak yang kedua, ketiga,dan seterusnya. Curhat 2: Hargai Aku ... , Curhat 3: Pelit!, Curhat 4: Tak Pernah Berdandan, Curhat 5: Nikah Lagi ..., Curhat 6: Obral Kata Cerai!, Curhat 7: Wanita Idaman Lain, Curhat 8: Kurang Romantis, Curhat 9: Tak mengerti Perasaanku, Curhat 10: Tak Pernah Memujiku, dan terakhir ... Tak Memerhatikan Pendidikan Anak.

Sabar Bersamanya

Suami Istri harus bersabar, saling pengertian, dan memaafkan kesalahan pasangannya. Dalam kitab al-Imta’ wal Muannasat, Muhammad bin Wasi’ pernah berkata kepada Abu Hayyan at-Tauhidi, “Seyogyanya seorang suami bisa bersikap seperti orang yang kasmaran dengan orang yang dicintainya. Ia sanggup menanggung derita dan apa saja yang tidak ia sukai darinya.”

Ini merupakan ucapan yang sangat dalam maknanya. Sayangnya, hal ini telah tercabut dari realita kehidupan suami istri. Semestinya kedua pihak bisa saling menanggung apa yang ia hadapi dari pasangannya saat di luar kendali. Andai bukan karena itu, tentulah hubungan suami istri akan beku.

Penulis Isham Muhammad Syarif, Penerbit Aqwam.