Buku Saku Tuntunan Praktis Adab Harian Muslim (Pustaka Ibnu Umar)

Buku Saku Tuntunan Praktis Adab Harian Muslim (Pustaka Ibnu Umar)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 13.000,00
Rp 10.400
You save: IDR 2.600,00! (20.00%)

Product Description

Buku Saku Tuntunan Praktis Adab Harian Muslim, Tim Ilmiah Daarul Wathan, Pustaka Ibnu Umar

Zaman terus berganti, adab-adab mulai tergantikan dengan kebiasaan yang kadang kurang relevan. Seperti kurang dalam bermanis muka saat bertemu saudaranya. Rasulullah bersabda,

لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

“Janganlah engkau remehkan suatu kebajikan sedikitpun, walaupun engkau bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang ceria.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. at-Tirmidzi)

Rata-rata orang sekarang lebih cuek, apalagi tidak kenal, untuk bertegur sapa saja sungkan. Apalagi dengan adanya gadget, bukan malah mempererat hubungan malah semakin menjauhkan. Apakah Anda pernah menjumpai suatu komunitas dalam satu meja, tapi mereka berkelana ke masing-masing tempat, maka tepat sekali quotes yang berbunyi, “Handphone itu mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat!”

Dahulu para salaf mewanti-wanti umat ini untuk senantiasa melazimi adab sebelum belajar ilmu agama yang lain. Ibnul Mubarak berkata, “Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.” Dan kehadiran buku ini melengkapi khazanah pustaka kita terkait bab etika. Buku yang diterjemahkan dari Aadabul Muslimi Fiil Yaumi wal Lailati menjabarkan adab-adab keseharian dengan sangat detail plus dengan dalil pendukungnya. Hingga menjadikan kita terpukau dibuatnya. Subhanallah, sungguh indah ajaran Islam …

Gurauan

Hidup itu tidak datar-datar saja, kadang memang butuh penyegaran … refreshing atau apalah namanya. Dan banyak orang menghabiskan waktu jenuh mereka dengan berkelakar hingga terbahak-bahak saking asyiknya. Bagaimanakah pribadi Rasulullah dalam memberikan tuntunan yang benar? Berikut penuturan Ummul Mu’minin  Aisyah radhiyallahu ‘anha,

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّه صلىاللّه عليه وسلم مُستَجْمِعًا قَطُّ ضَا حِكًا حَتَّى تُرَى مِنْهُ لَهَوَاتُهُ إِنَمَا كَانَ يَتَبَسَّمُ

“Aku belum pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan lidahnya, namun beliau hanya tersenyum.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Janji Rasulullah itu benar, beliau pernah menjamin Surga bagi orang yang meninggalkan dusta saat bercanda,

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْت فِي رَبَضِ الْجَنّّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كََانَ مُحقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَط الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِ بَ وَإِنْ كَانَ مَازِ حًا وَبِبَيتِ فِي أَغلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

“Aku menjamin dengan sebuah istana di bagian tepi Surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah istana di bagian tengah Surga bagi orang yang meninggalkan dusta meski ia sedang bercanda, dan istana di bagian atas Surga bagi seorang yang memperbaiki akhlaknya.”

Mari kita beradab mulia mulai dari sekarang!