Buku Saku Tuntunan Khusyu’ Ketika Shalat (Pustaka Ibnu Umar)

Buku Saku Tuntunan Khusyu’ Ketika Shalat (Pustaka Ibnu Umar)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 13.000,00
Rp 10.400
You save: IDR 2.600,00! (20.00%)

Product Description

Buku Saku Tuntunan Khusyu’ Ketika Shalat, Mohammad Izzudin Taufiq, Pustaka Ibnu Umar

Shalat Khusyu’ itu sulit atau mudah? Bicara shalat khusyu’ jadi keinget Ramadhan silam, masih saja dijumpai perilaku sebagian kaum muslimin yang shalatnya Super Patas!!! Dan ada juga yang mencoba menggabungkan antara ritual Yoga dengan shalat … ada-ada saja memang. Bagaimanakah Islam memandang shalat khusyu’ itu sendiri? Buku ini merupakan intisari dari buku  Cara Mudah yang Menakjubkan Khusyu’ Ketika Shalat, dari penulis yang sama (Mohammad Izzudin). Besar harapan dari penyusunnya, agar faidahnya semakin merata dan dapat dibaca oleh semua kalangan.

Dari Abu ‘Abdullah al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki tidak menyempurnakan ruku’nya dan mematuk di dalam sujudnya ketika ia sedang shalat, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ مَاتَ هَذَا عَلَى حَالِهِ هَذِهِ مَاتَ عَلَى غَيْرِ مِلَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَثَلُ الَّذِي لا يُتِمُّ رُكُوعَهُ ويَنْقُرُ فِي سُجُودِهِ ، مَثَلُ الْجَائِعِ يَأْكُلُ التَّمْرَةَ وَالتَّمْرَتَانِ لا يُغْنِيَانِ عَنْهُ شَيْئًا

“Jika orang ini mati dalam keadaannya, maka ia benar-benar mati tidak di atas agama Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ,” lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan orang yang tidak menyempurnakan ruku’nya dan mematuk di dalam sujudnya, (ialah) seperti orang lapar makan satu biji Kurma, padahal dua biji Kurma saja tidak bisa mencukupinya.” (HR. ath-Thabrani)

Dan jauhilah untuk menoleh ke kiri dan ke kanan di dalam shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,

لَا يَزَالُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مُقْبِلًا عَلَى الْعَبْدِ َ فِي صَلَاتِهِ مَا لَمْ يَلْتَفِتْ فَإِذَا الْتَفَتَ انْصَرَفَ عَنْه

“Senantiasa Allah ‘Azza wa Jalla menghadap hambaNya di dalam shalatnya, selama dia (hamba) tidak berpaling. Apabila dia memalingkan wajahnya, maka Allah pun berpaling darinya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan an-Nasaa’i)

Kekhusyu’an ialah barang langka, maka sudah sepantasnya bila Anda menjaganya, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَوَّل مَا يُرْفَعُ مِن هَذِهِ الأُمَّةِ الْخُشُوعُ حَتَّى َلَا تَرَى فِيهَا رَجُلًا خَاشِعًا

“Yang pertama kali diangkat dari umatku adalah khusyu’, sehingga engkau tidak akan melihat seorang pun yang khusyu’.” (HR. ath-Thabrani)

Khusyu’ bukan tanpa makna, khusyu’ mendatangkan pahala berlipat ganda. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila dia berdiri untuk mengerjakan shalat, kemudian memuji dan mengagungkan Allah dengan pujian yang pantas bagi Allah, dia mengkhusyu’kan hatinya untuk Allah, kecuali dia berpisah dengan kesalahannya sebagaimana keadaannya pada hari dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Muslim)