Buku Saku Tata Cara Mengurus Jenazah (Pustaka Ibnu Umar)

Buku Saku Tata Cara Mengurus Jenazah (Pustaka Ibnu Umar)

Beli Produk Ini

Rp 8.000

Product Description

Buku Saku Tata Cara Mengurus Jenazah, Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin, Pustaka Ibnu Umar

Setiap jiwa pasti akan merasakan mati. Oleh karena itu, syariat ini membimbing umatnya untuk sigap dalam melaksanakan sunnah yang mulia ini, mulai dari memandikan; mengkafani; menshalati; dan menguburkannya. Disinggung pula di dalam buku ini adab-adab selama ta’ziyah (manakah yang sesuai sunnah dan mana yang bid’ah).

Buku ini jauh dari kesan sulit, karena terdapat gambar peraga yang bisa dijadikan panduan. Buku yang berjudul asli Kaifiyah Ghaslul Mayyit bi Shuwar ditulis oleh seorang ulama yang telah meninggalkan kita pada tahun 2009 silam, tepatnya 20/7/1430H (13 Juli 2009) --Syaikh Ibnu al-Jibrin rahimahullah--. Karya-karya beliau sangat banyak, di antaranya Sifat Shalat Nabiy, yang mana dicetak dalam ukuran saku untuk memudahkan kaum muslimin dalam mengamalkannya, layaknya buku ini.

Perkara yang pertama kali dilakukan saat saudara muslim meninggal ialah berta’ziyah kepadanya. Ta’ziyah adalah menghibur orang yang tertimpa musibah dengan pahala-pahala yang dijanjikan oleh Allah, sekaligus mendo’akannya. Demikian ungkap Imam al-Khirasyi rahimahullah. Lalu bersegera mengurus jenazahnya, berdasarkan hadits,

أَسْرِعُوْا بِالْجَنَازَةِ فَإِنْ تَكُ صَالِحَةً فَخَيْرٌ لَهُ فَخَيْرٌ تُقَدِّمُوْنَهَا، وَإِنْ تَكُ سِوَى ذَلِكَ فَشَرٌّ تَضَعُوْنَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ

“Bersegeralah dalam mengurus jenazah, karena jika ia baik maka engkau telah melakukan suatu kebaikan dan jika tidak, maka engkau telah membuang suatu kejelekan dari lehermu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian memandikan, mengkafani, menshalatkan, dan menguburkannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara, dan kafanilah dengan dua helai kainnya.” (Mutafaq Alaih)

Terkait mengkafani seorang muslim, Rasulullah bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian mengkafani saudaranya, maka hendaklah memperbagus kafannya.” (HR. Muslim)

Dan beliau memerintahkan, “Shalatkanlah saudara kalian.” (HR. Muslim)

Juga dalam perihal pemakaman, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Galilah dan luaskanlah, dan baguskanlah kuburan mereka.” (HR. Tirmidzi)

Dari sini kita mengetahui hak seorang muslim yang terakhir kali ditunaikan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kewajiban seorang muslim terhadap muslim yang lain ada lima, yakni menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, menghadiri undangannya dan mendo’akan orang yang bersin.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan semoga kita dimudahkan untuk mendapatkan husnul khatimah dan meraih keutamaan dishalati oleh 40 orang yang bertauhid,

مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلًا لَا يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا شَفَّعَهُمْ اللَّهُ فِيهِ

“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia, kemudian dishalatkan oleh empat puluh orang yang tidak menyekutukan Allah, niscaya Allah akan memberikan syafa’at kepada mereka untuknya.” (HR. Muslim)