Buku Saku Ringkasan 10 Pembatal Keislaman (Pustaka Ibnu Umar)

Buku Saku Ringkasan 10 Pembatal Keislaman (Pustaka Ibnu Umar)

Beli Produk Ini

Rp 8.000

Product Description

Buku Saku Ringkasan 10 Pembatal Keislaman, Abu Khallad Nashir bin Sa’d bin Saif as-Saif, Pustaka Ibnu Umar

Pembatal Keislaman bukan pembahasan baru, bahkan dahulu para ulama menuliskannya dalam bab hukum murtad. Maka mengapa orang sekarang banyak yang baper (terbawa perasaan)? Sebab, masa keilmuan mulai berkurang, banyak para ulama wafat dan jarang orang yang mau menekuni agamanya. Meski demikian, masih kita jumpai orang-orang yang semangat meperjuangkan Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ لا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَهِيَ كَذَلِكَ

“Senantiasa ada segolongan dari umatku yang (membela dan) memenangkan kebenaran, tidak akan merugikan mereka orang yang meninggalkan mereka, sampai datangnya ketentuan Allah dalam keadaan mereka (tetap) seperti itu.” (HR. Muslim)

Pentingnya Pembahasan

Pengetahuan orang muslim terhadap perkara-perkara yang sudah umum yang membatalkan keislaman dan keimanannya adalah kewajiban paling utama sehingga tidak lenyap darinya apa yang menjadi tujuan penciptaannya dan rahasia keselamatannya di dunia dan akhirat, yaitu agama dan tauhidnya. Salah satu kitab paling bermanfaat yang ditulis mengenai bidang ini, ialah Mukhtashar (ringkasan) kitab Nawaaqidhul Islam, karya Syaikh Muhammad at-Tamimi rahimahullah. Karena sedemikian pentingnya pengetahuan tentang pembatal-pembatal ini, maka saya (Abu Khallad) menulis dan mengumpulkan sebagian penjelasan mengenai pembatal-pembatal ini dan apa yang berkaitan dengannya. Saya memberinya judul Mukhtashar al-Kalaam fii Syarh Nawaaqidhil Islam. (Sebuah Kata Pengantar*)

Mengapa Hanya Sepuluh?

Barangkali ada yang bertanya demikian, sepuluh ini bukanlah pembatasan, setidaknya ada dua alasan: Pertama; karena ini adalah pembatal keislaman yang paling banyak terjadi. Kedua; karena ini adalah pembatal keislaman paling berbahaya.

Tentang Riddah

Riddah / murtad adalah orang yang keluar dari agamanya, baik dengan kata-kata, keyakinan, perbuatan, maupun keraguan. Adapun pokok-pokok riddah ialah kata-kata kufur dan syirik dengan tanpa paksaan; Keyakinan kufur dan syirik; Perbuatan kufur dan syirik; Keraguan terhadap agama dan ajaran yang dibawa Rasul. Contoh riddah dengan kata-kata; seperti berkata-kata dengan kata-kata kufur dan syirik tanpa paksaan, baik serius / main-main / bercanda. Jika ia berkata-kata dengan perkataan kufur, maka ia dihukumi dengan murtad, kecuali jika ia dipaksa. Contoh riddah dengan keyakinan yang menyimpang; Mendustakan risalah Nabi. Contoh riddah dengan keraguan; seperti keraguan terhadap ajaran Islam; keraguan terhadap datangnya hari Kiamat. Meski pelakunya shalat dan puasa.

Dalam pembatal keislaman manusia terbagi menjadi tiga; golongan yang berlebih-lebihan (mudah mengkafirkan), golongan yang meremehkan, dan golongan yang pertengahan yakni Ahlussunnah wal Jama’ah.