Buku Saku Panduan Praktis Aqiqah (Pustaka Ibnu Umar)

Buku Saku Panduan Praktis Aqiqah (Pustaka Ibnu Umar)

Beli Produk Ini

Rp 7.000

Product Description

Buku Saku Panduan Praktis Aqiqah, Abu Muhammad Ibnu Shalihbin Hasbullah, Pustaka Ibnu Umar

Aqiqah adalah dzabiihah (hewan yang disembelih berupa kambing, domba, sapi, atau unta) atas kelahiran seorang bayi, disembelih di hari ketujuh, sebagai tanda syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas nikmat dilahirkannya anak, baik laik-laki maupun perempuan.

Kapan Waktu yang Tepat?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, an-Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Hikmah Disyari’atkannya Aqiqah

Tidak diragukan lagi bahwa aqiqah memiliki hikmah dan manfaat yang banyak, di antaranya:

Pertama, bersyukur kepada Allah atas nikmat dikaruniai anak, karena hal ini termasuk nikmat yang besar. Anak-anak adalah termasuk perhiasan dunia, sebagaimana firman-Nya,

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (Surat al-Kahfi: 46)

Kedua, aqiqah merupakan pembebas dan tebusan bagi si anak, sebagaimana Allah Ta’ala telah menebus Isma’il dengan domba. Kaum jahiliyah pun melakukan hal ini. Namun, mereka melumuri kepala si bayi dengan darahnya. Lalu Islam menetapkan sembelihan aqiqah, dan melarang pelumuran kepala si bayi dengan darah aqiqah.

Bagaimana Hukum Aqiqah?

Pendapat yang terkuat, yang menggabungkan semua dalil dikatakan bahwa: hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah (ditekankan). Ini merupakan pendapat mayoritas para ulama sahabat, tabi’in, dan para fuqaha. Inilah pendapat dari Syafi’iyyah, Malikiyyah, dan pendapat yang masyhur serta mu’tamad (dapat dijadikan pegangan) dalam mazhab Hanabilah …

Pilih yang Utama dalam Aqiqah

Aqiqah adalah salah satu bentuk pendekatan diri seorang hamba kepada Allah. Maka hendaklah ia menyembelih hewan aqiqah yang terbaik, tidak cacat, dan sampai umur yang dituntut secara syar’i, sebagaimana yang telah dibahas di atas. Demikian juga hendaklah diusahakan yang paling gemuk, paling besar, paling bagus rupanya, dan tidak ada sifat-sifat yang tidak diinginkan menurut kebiasaan yang berlaku. Tidak mengapa jantan atau betina, berdasarkan hadits, “Tidak mengapa, apakah yang jantan atau yang betina.” (HR. Abu Dawud dan selainnya). Jantan lebih utama jika ia gemuk dan bagus, karena Rasululah menyembelih domba jantan untuk aqiqah bagi al-Hasan dan al-Husain. yang utama adalah yang berwarna putih, dikiaskan kepada udh-hiyah (kurban).