Buku Saku Keutamaan, Waktu, dan Tatacara Shalat Tahajjud

Buku Saku Keutamaan, Waktu, dan Tatacara Shalat Tahajjud

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 8.000,00
Rp 6.800
You save: IDR 1.200,00! (15.00%)

Product Description

Buku Saku Keutamaan, Waktu, dan Tatacara Shalat Tahajjud

Manusia tempatnya salah dan lupa. Oleh karena itu hadirnya ‘pengingat’ dalam hidupnya itu amatlah penting. Ibarat due date (deadline) dalam pengerjaan suatu tugas kantor. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

ﻭَﺫَﻛِّﺮْ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮَﻯ ﺗَﻨْﻔَﻊُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ

“Dan tetaplah memberi peringatan karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (Surat adz Dzariyat: 55)

Buku ini hadir bagaikan oase di padang yang tandus. Hadir dengan membawa secercah harapan baru! Disusun oleh ulama abad ini, yang lebih populer dengan kitab monumentalnya “Hisnul Muslim”. Beliau memulai dengan keutamaan-keutamaan shalat Tahajjud, waktu yang ‘pas’ untuk melaksanakannya, dan tata cara shalatnya. Disertai pula problem-problem seputar shalat Tahajjud. Dikemas mungil, agar mampu mendarat tepat di saku Anda!

Rekomended dari Langit

Allah memuji para ahlul Qiyamul Lail  dalam beberapa ayat-Nya,

كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (17) وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (18)]

“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum Fajar.” (Surat adz-Dzariyat: 17-18)

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (1) قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا (2) نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا (3) أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآَنَ تَرْتِيلًا (4)

“Hai orang yang berselimut, bangunlah pada sebagian malam (untuk sholat), separuhnya atau kurangi atau lebihi sedikit dari itu. Dan bacalah al-Qur’an dengan tartil.” (Surat al-Muzammil: 1-4)  

Keutamaan Membangunkan Keluarga Untuk Beribadah Di Malam Hari

Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang bangun di waktu malam, lalu dia membangunkan istrinya, kemudian keduanya mengerjakan shalat dua raka’at, maka keduanya akan dicatat sebagai pria dan wanita yang banyak berdzikir pada Allah.” (HR. Ibnu Majah)
Subhanallah … romantis itu seperti ini, bukan obral lebay kata cinta dan pamer kemesraan di sosmed! Betul … betul … betul.
Tidak Pendek dan Tidak Panjang dalam Shalat Malam

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seseorang yang memperberatnya kecuali agama akan mengalahkannya. Maka pertengahanlah dalam kebenaran, beramallah mendekati kesempurnaan, berikan kabar gembira, minta pertolonganlah (kepada Allah) dengan memanfaatkan waktu pagi dan waktu sore, dan sedikit dari waktu (akhir) malam. Pertengahanlah. Pertengahanlah. Niscaya kalian akan sampai (kepada tujuan).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Saya (al-Qahthani) mendengar yang mulia Imam Ibnu Baz rahimahullah berkata, “Hal ini menunjukkan bahwa yang paling utama bagi kita  adalah bersikap pertengahan, tidak terlalu memanjangkan shalat malam sehingga memberatkan kita. Hal ini kita pilih agar kita tidak bosan dan tidak lesu dalam beribadah. Seorang mukmin hendaklah ia shalat dengan bersungguh-sungguh dalam beribadah, namun tidak memberatkan dirinya sendiri. Yang terbaik adalah pertengahan  dalam segala perkara, sehingga tidak bosan dalam ibadah.” (Ceramah dari kitab Muntaqal Akhbaar)

Penulis Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahtani, Pustaka Ibnu Umar.

Leave your comment here