Buku Saku Bergembiralah! Wahai Orang yang Sakit (Pustaka Ibnu ‘Umar)

Buku Saku Bergembiralah! Wahai Orang yang Sakit (Pustaka Ibnu ‘Umar)

Beli Produk Ini

Rp 8.000

Product Description

Buku Saku Bergembiralah! Wahai Orang yang Sakit, Dr. Muhammad ar-Rukban, Pustaka Ibnu ‘Umar

Apakah Anda pernah merasakan sakit? Setiap bani Adam pastilah pernah merasakannya. Sekarang, nasehat berharga itu ada di hadapan Anda, lembar demi lembar mengajak Anda untuk semakin bertakwa kepada Allah. Ditulis oleh seorang ulama yang shalih dan karyanya ini diberi mukadimah oleh Syaikh Abdullah bin Jibrin rahimahullah.

Beliau rahimahullah berkata, “Kepada siapa saja yang dikehendaki Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk diuji dengan kesusahan dan kesempitan … Kepada siapa saja yang dikehendaki untuk dibersihkan (dari dosa-dosa) oleh Dzat yang mengetahui perkara ghaib melalui penyakit … Itulah orang sakit yang telah kehilangan kesehatannya … yang lainnya bingung dalam mengenali sakitnya dan memahami penyakitnya. Yang ketiga, menurun kekuatannya dan hilang kegembiraannya … Kendati demikian, mereka senantiasa berdzikir lagi bersyukur, bersabar lagi mengharap pahala. Mereka memperhatikan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sungguh urusan orang mukmin itu menakjubkan, semua urusannya merupakan kebaikan, dan ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika mendapat kegembiraan ia bersyukur, dan itu merupakan kebaikan baginya, adapun jika mendapat kesusahan ia bersabar, dan itu merupakan kebaikan baginya.””

Penyusun membawakan sepuluh renungan, dan pada poin terakhir disebutkan, “Sebagian dari hukum-hukum orang yang sakit.” Ada tiga bahasan (bersuci, shalat, dan puasa). Sungguh, Islam tidak mengalpakan hal seperti ini, semuanya diatur untuk kebaikan hamba itu sendiri. Orang yang sakit wajib bersuci dengan air, dengan berwudhu dari hadats kecil dan mandi dari hadats besar. Jika ia tidak mampu karena kelemahannya, khawatir sakitnya bertambah parah, atau lambat kesembuhannya, maka ia bertayamum. Dan seterusnya dari hukum-hukum seputar thaharah. Allah berfirman,

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.” (Surat at-Taghabun: 11)

Terkait shalat, para ulama telah bersepakat bahwa siapa yang tidak mampu berdiri, maka ia boleh shalat dengan duduk. Jika tidak mampu shalat dengan duduk, maka ia shalat sambil berbaring dengan bertumpu pada lambungnya menghadapkan wajahnya ke arah kiblat. Dianjurkan agar ia berbaring pada lambung kanannya. Jika tidak sanggup shalat sambil berbaring, maka ia shalat sambil terlentang. Dan seterusnya dari hukum-hukum shalat bagi orang sakit.

Terkait Puasa, Orang yang sakit bersama puasa memiliki tiga keadaan; pertama, ia tidak keberatan melakukan puasa dan puasa tidak membahayakannya, maka ia wajib berpuasa. Kedua, ia keberatan melakukan puasa, maka ia dimakruhkan berpuasa. Ketiga, jika berpuasa membahayakannya, maka ia diharamkan berpuasa. Dan seterusnya dari hukum-hukum puasa bagi orang yang sakit.