Buku Saku Aqidah Thahawiyah (Pustaka Ibnu Umar)

Buku Saku Aqidah Thahawiyah (Pustaka Ibnu Umar)

Beli Produk Ini

Rp 8.000

Product Description

Buku Saku Aqidah Thahawiyah, Imam Abu Ja’far ath-Thahawi, Pustaka Ibnu Umar

Inilah salah satu kitab legendaris dalam bab aqidah yang disusun oleh Imam Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad bin Salamah bin Abdil Malik al-Azdi al-Hijri al-Mishri ath-Thahawi rahimahullah. Seorang ulama Hanafi yang semula bermazhab Syafi’i. Berkat penelitian ilmiahnya, maka beliau banyak merajihkan dari pendapat-pendapat ulama Hanafiyah.

Buku ini berjudul Aqidah Thahawiyah. Buku yang banyak disyarah (dijelaskan kembali) oleh ulama-ulama setelahnya. Sebut saja Syarah Aqidah Thahawiyah karya Imam Ibnu Abil Izz al-Hanafi, Ta’liq Aqidah Thahawiyah karya Imam Abdul Aziz bin Baz (Ibnu Baz), Syarah Aqidah Thahawiyah karya Syaikh Muhaddits Muhammad Nashiruddin al-Albani, dan selain mereka.

Penulis berkata, “Ini adalah penjelasan tentang aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah menurut mazhab fuqaha agama; Abu Hanifah an-Nu’man bin Tsabit al-Kufi, Abu Yusuf Ya’qub bin Ibrahim al-Anshari, dan Abu Abdillah Muhammad bin al-Hasan asy-Syaibani, apa yang mereka yakini dalam ushuluddin, dan yang mereka ikuti untuk menaati Rabb semesta alam.”

Lalu beliau memaparkan ringkasan pokok-pokok keyakinan Ahlussunnah wal Jama’ah yang berjumlah 134 poin. Pada poin ke-133, beliau berkata, “Agama Allah di bumi maupun di langit adalah satu, yaitu agama Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.” (Surat Ali Imran: 19).”

Berkata Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya, “Sebagai berita dari Allah Ta’ala yang menyatakan bahwa tidak ada agama yang diterima dari seseorang di sisi-Nya selain Islam, yaitu mengikuti para Rasul yang diutus oleh Allah Ta’ala di setiap masa, hingga di akhiri dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang membawa agama yang menutup semua jalan lain kecuali hanya jalan yang telah ditempuhnya. Karena itu, barangsiapa yang menghadap kepada Allah - sesudah Nabi Muhammad diutus- dengan membawa agama yang bukan syariatnya, maka hal itu tidak diterima oleh Allah Ta’ala. Seperti yang disebutkan dalam firman-Nya yang lain,

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Surat Ali Imran: 85).”

Imam Abu Ja’far ath-Thahawi kembali melanjutkan, “Dia Azza wa Jalla berfirman,

وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Surat al-Ma’idah: 3)

Selain menyajikan matan yang menarik, pihak penerbit melengkapinya dengan menyertakan teks Arabnya di halaman belakang, sehingga memudahkan penuntut ilmu untuk mengambil faidah darinya.