Buku Putih Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Buku Putih Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 65.000,00
Rp 52.000
You save: IDR 13.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Putih Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Buku Putih Ahlus Sunnah Wal Jama’ah-Menjelaskan manhaj yang benar, membantah berbagai macam syubhat ahli bid’ah dan kesesatan para penentang sunnah, mengupas secara tuntas berbagai macam syubhat musuh agama, membabat akar bid’ah dan mengikis pemikiran sesat anti sunnah yang sudah mulai banyak tumbuh di Indonesia, merupakan bagian dari jihad paling utama berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

جَاهِدُوا الْمُشْرِكِينَ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَأَلْسِنَتِكُمْ

“Perangilah kaum musyrikin dengan harta, jiwa dan lisan kalian.” (HR. Abu Dawud: no. 2504, an-Nasa’i: no. 3096 dan Ahmad: 3/124)

Dan menurut pandangan manhaj Ahli Sunnah wal Jama’ah, membantah berbagai macam kesesatan dan kebid’ahan termasuk jihad paling utama dan dakwah paling mulia seperti yang telah ditegaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa, “Orang yang membantah terhadap ahli bid’ah termasuk mujahid.” Hingga Yahya bin Yahya berkata, “Membela sunnah lebih utama daripada jihad.”

Dalam rangka menegakkan jihad akbar tersebut, maka saya berusaha menulis sebuah buku berjudul “Buku Putih Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.” Secara umum buku ini mengupas secara lugas dan tuntas tentang kedudukan dan kehormatan sunnah dalam Islam, penjelasan tentang benih penolakan syari’at yang ditebar oleh musuh Islam lewat pengibaran bendera anti sunnah dan gerakan Zindiq yang merusak ajaran Islam dan citra kaum muslimin.

Mengembara Menelusuri Hadits

Mereka (para sahabat Nabi) juga memiliki semangat juang, gairah tinggi dan tekad menggelora dalam menyampaikan sunnah karena mereka mengetahui secara baik bahwa demikian itu termasuk konsekuensi cinta Rasul dan tugas agama paling tinggi  dan mulia, apalagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sering memberi motivasi agar mereka menunaikan tugas tabligh sunnah kepada umat manusia secara baik. Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نَضَّرَ اللهُ امْرَءاً سَمِعَ مِنَّا حَدِيْثاً فَحَفِظَهُ – وفي لفظٍ: فَوَعَاها وَحَفِظَها – حَتَّى يُبَلِّغَهُ، فَرُبَّ حامِلِ فِقْهٍ إلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ، وَرُبَّ حامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيْهٍ

“Semoga Allah mencerahkan (mengelokkan rupa) orang yang mendengar hadits dariku, lalu dia menghafalnya – dalam lafazh riwayat lain: lalu dia memahami dan menghafalnya –, hingga (kemudian) dia menyampaikannya (kepada orang lain), terkadang orang yang membawa ilmu agama menyampaikannya kepada orang yang lebih paham darinya, dan terkadang orang yang membawa ilmu agama tidak memahaminya.” (Hadits yang shahih dan mutawatir).

Beliau pernah bersabda dalam khutbahnya di Arafah pada haji Wada’: “Hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir, karena orang yang hadir bisa jadi dia menyampaikan kepada orang lain, namun orang lain tersebut lebih memahami hadits itu daripada dirinya.” (HR. al-Bukhari dan selainnya)

Dalam riwayat lain,

فَلْيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ مِنْكُمُ الْغَائِبَ، رُبَّ حَامِلِ فِقْهٍِ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ

“Hendaknya orang yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir, karena bisa jadi orang yang disampaikan (hadits kepadanya) lebih memahami daripada orang yang mendengar (hadits itu secara langsung).” (HR. al-Bukhari dan selainnnya)

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 402 halaman, ukuran buku 15,5 x 24 cm, dan dengan berat 793 gram.
Penulis: Zainal Abidin bin Syamsuddin
Penerbit: Pustaka Imam Bonjol