Buku Pesona 66 Sahabat

Buku Pesona 66 Sahabat

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 134.000,00
Rp 107.000
You save: IDR 27.000,00! (20.15%)

Product Description

Buku Pesona 66 Sahabat

Buku Pesona 66 Sahabat-Menyusuri lorong waktu yang telah terkubur berabad silam, namun sinarnya masih tampak hingga kini. Siapakah mereka? Dan apa yang menyebabkan Allah meridhai mereka dengan sebab keikutsertaan mereka menemani sekaligus membela Nabi-Nya dalam mendakwahkan agama yang mulia ini? Mereka adalah para sahabat. Ya, para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan dalam Majmu’ Fatâwâ (IV/464):

“ الصُّحْبَة Shuhbah ialah istilah yang digunakan untuk orang-orang yang menyertai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam jangka waktu yang lama maupun singkat. Akan tetapi, kedudukan setiap sahabat ditentukan oleh jangka waktu ia menyertai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam . Ada yang menyertai beliau setahun, sebulan, sehari, sesaat, atau melihat beliau sekilas lalu beriman. Derajat masing-masing ditentukan sesuai jangka waktunya dalam menyertai Rasulullah.” (almanhaj.or.id/3448)

Penyair Ternama

Selain kita mengenal Thufail bin Amr sebagai pujangga terkenal di zaman Rasulullah. Kita juga mengenal pujangga yang lain, beliau adalah Abdullah bin Rawahah yang pandai baca tulis. Ia sering kali membuat syair-syair yang indah, Rasulullah pun suka dengan syair-syair yang disusun oleh Abdullah. Pada awalnya, Abdullah bin Rawahah adalah salah seorang kaum Anshar (penolong Rasulullah) yang dibai’at (diambil sumpah setianya) oleh Rasulullah. Ia dibai’at pada bai’at Aqabah pertama dan kedua. Kaum Anshar yang dibai’at menjadi jalan bagi masuknya ajaran Islam di Madinah.

Abdullah bin Rawahah bukan hanya seorang penyair, tetapi ia juga aktif membela Rasulullah dan pengikutnya. Saat Rasulullah telah menetap di Madinah, Abdullah bin Rawahah adalah salah seorang yang aktif membela Rasulullah dan kaum muslim lainnya. Ia mengawasi gerak-gerik Abdullah bin Ubay. (Abdullah bin Ubay adalah seorang munafik yang terus-menerus berusaha menghancurkan ajaran Islam. Berkat kegigihan Abdullah bin Rawahah, tipu daya Abdullah bin Ubay gagal).

Pada suatu ketika, Rasulullah dan para sahabat sedang duduk. Saat itu, Abdullah bin Rawahah datang secara tiba-tiba. Kemudian, Rasulullah bertanya : “Apa yang kamu lakukan jika kamu hendak mengucapkan syair?” Abdullah menjawab : “Aku merenungkannya terlebih dahulu. Setelah itu, baru aku ucapkan”. Kemudian, Abdullah mengucapkan syair-syairnya tentang kebenaran ajaran yang disampaikan Rasulullah. Dalam syair itu, ia juga mengungkapkan keyakinannya bahwa Allah akan meneguhkan dan menolong ajaran yang dibawa Rasulullah. Mendengar syair Abdullah, Rasulullah sangat senang dan berkata : “Engkau juga akan diteguhkan oleh Allah.”

Pada saat turun wahyu Allah surat Asy-Syu’ara ayat 224, “Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.” Mendengar ayat itu, Abdullah menjadi sedih. Namun, ia terhibur dengan turunnya ayat 227 surat Asy-Syu’ara, “Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.”

Abdullah bin Rawahah bukan hanya seorang penyair. Ia juga turut berjuang di medan jihad, Abdullah ikut serta dalam peperangan di Badar, Uhud, Khandak, dan Khaibar. Ketika itu, syair-syair Abdullah bin Rawahah menyemangati pejuang Muslim. (kisahteladan.web.id/kisah-sahabat)

Buku cetak edisi hardcover, tebal buku 636 halaman, ukuran buku 17 x 25 cm, dan dengan berat 814 gram.
Penulis: Dr. Muhammad Bakr Ismail
Penerbit: Al-Qowam