Buku Panduan Praktis Puasa, Shalat Tarawih, Lailatul Qadar, I’tikaf, Zakat Fitrah, Idul Fitri, Idul Adha Dan Kurban

Buku Panduan Praktis Puasa, Shalat Tarawih, Lailatul Qadar, I’tikaf, Zakat Fitrah, Idul Fitri, Idul Adha Dan Kurban

Beli Produk Ini

Rp 0

Product Description

Buku Panduan Praktis Puasa, Shalat Tarawih, Lailatul Qadar, I’tikaf, Zakat Fitrah, Idul Fitri, Idul Adha Dan Kurban

Pernahkah terlintas dalam benak Anda: Bagaimakah agar suatu amal diterima? Maka dalam hal ini, Islam telah menggariskan bahwa syarat diterimanya amal ada dua yakni,

Pertama, ikhlas karena Allah semata, sebagai manifestasi dari syahadat kita kepada Allah bahwa tidak ada Ilah yang wajib diibadahi dengan benar selain Allah.

Kedua, ittiba’ (mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) menurut hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa setiap amal ibadah yang kita lakukan haruslah berdasarkan tuntunan Allah dan Rasulnya. Dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat Muslim disebutkan,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.

Oleh karena itu kita harus mempelajarinya. Dan disinilah pentingnya ilmu fiqih. Dengan ilmu fiqih kita akan mengetahui dasar-dasar dari setiap amal ibadah yang kita lakukan, dan mengetahui bimbingan yang benar dalam pelaksanaannya. Kita pun akan mengetahui hal-hal apa saja yang termasuk bid’ah yang wajib kita hindari.

Buku ini berisi tujuh bab, yang diawali dengan bab Puasa, lalu bab Shalat Tarawih, bab Lailatul Qadar, bab I’tikaf, bab Zakat Fitrah, bab Shalat Dua Hari Raya (Iedain), dan ditutup dengan bab Udhiyah (kurban).

Disyari’atkannya Berqurban / berkurban

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr).” (Surat al-Kautsar: 2). Di antara tafsiran ayat ini adalah “berqurbanlah pada hari raya Idul Adha (yaumun nahr)”. Berkata al-Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, “Tafsiran ini diriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu  ‘Abbas, juga menjadi pendapat ‘Atha’, Mujahid dan jumhur (mayoritas) ulama.” (Via situs Rumaysho)

Dari sunnah terdapat riwayat dari Anas bin Malik, ia berkata,

ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ قَالَ وَرَأَيْتُهُ يَذْبَحُهُمَا بِيَدِهِ وَرَأَيْتُهُ وَاضِعًا قَدَمَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا قَالَ وَسَمَّى وَكَبَّرَ

Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam berkurban dengan dua ekor kambing kibasy putih yang telah tumbuh tanduknya. Anas berkata: “Aku melihat beliau menyembelih dua ekor kambing tersebut dengan tangan beliau sendiri. Aku melihat beliau menginjak kakinya di pangkal leher kambing itu. Beliau membaca basmalah dan takbir.” (HR. Bukhari, no. 5558 dan Muslim, no. 1966).

Buku Cetak edisi softcover, tebal buku 154 halaman, ukuran buku 14,3 x 20,5 cm dan dengan berat 397 gram.
Penulis: Kompilasi 4 Ulama
Penerbit: Pustaka Ibnu Umar