Buku Panduan Praktis Haji Dan Umrah

Buku Panduan Praktis Haji Dan Umrah

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 55.000,00
Rp 44.000
You save: IDR 11.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Panduan Praktis Haji Dan Umrah

Buku Meneladani Haji dan Umrah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikhtiar untuk menyajikan bimbingan haji dan umrah selaras dengan ajaran Nabi. Atas pertimbangan sebagai buku panduan yang bersifat praktis dan aplikatif , beberapa hal seumpama teks al-Qur’an atau hadits, sumber, lengkap penulisan, dan perbedaan pendapat di antara para ulama seputar haji dan umrah tidak dimuat dalam buku ini.

Semoga buku ini dapat memudahkan pemahaman manasik haji dan umrah sesuai jejak Nabi Muhammad. Memedomani Nabi membuahkan cinta dan ampunan Allah (Surat Ali Imran: 31). Menentramkan jiwa, menyejukkan hati, dan menyamankan kalbu adalah hikmah lain dari berpijak kepada Nabi. Mencontoh Nabi mudah dan berkah.

Ambil Manasik Dari Rasulullah

Sebagaimana hadits yang populer,

خُذُوا عَنِّى مَنَاسِكَكُمْ فَإِنِّى لاَ أَدْرِى لَعَلِّى أَنْ لاَ أَحُجَّ بَعْدَ حَجَّتِى هَذِهِ

“Ambillah dariku manasik-manasik kalian, karena sesungguhnya aku tidak mengetahui, mungkin saja aku tidak berhaji setelah hajiku ini.” (HR. Muslim).

Apa Itu Haji?

Haji menurut istilah syar’i adalah beribadah kepada Allah dengan melaksanakan manasik yang telah ditetapkan dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

ولله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلاً ومن كفر فإن الله غني عن العـالمين

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Surat Ali Imran: 97)

Ibnu Umar radhiyallahu ’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدًا رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة وحج البيت وصوم رمضان

“Islam itu didrikan atas lima perkara yaitu persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah (dengan benar) kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke baitullah dan puasa di bulan ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sekilas Tentang Miqat Makani

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhu, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menentukan miqat bagi ahli Madinah Dzul Hulaifah (sekarang dengan nama as-Sail al-Kabir) dan bagi ahli Syam al-Juhfah dan bagi ahli Najd Qarn dan bagi ahli Yamam Yalamlam lalu bersabda: “Mereka (miqat-miqat) tersebut adalah untuk mereka dan untuk orang-orang yang mendatangi mereka selain penduduknya bagi orang yang ingin haji dan umrah. Dan orang yang bertempat tinggal sebelum miqat-miqat tersebut, maka tempat mereka dari ahlinya, dan demikian pula dari penduduk Makkah berhaji (ihlal) dari tempatnya Makkah.” (HR Bukhari 2/165, 166; dan 3/21, Muslim 2/838-839, Abu Dawud 1/403, dan Nasa’i 5/94,95,96)

Buku cetak edisi softcover, full colour/warna, ukuran 11,5 x 17 cm, dan dengan berat 468 gram.
Penulis: Asri Ibnu Tsani Djali
Penerbit: Griya Ilmu