Buku Panduan Pengobatan Islami

Buku Panduan Pengobatan Islami

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 99.000,00
Rp 79.000
You save: IDR 20.000,00! (20.20%)

Product Description

Buku Panduan Pengobatan Islami

Buku Panduan Pengobatan Islami-Mengusahakan kesembuhan tidaklah bertentangan  dengan tawakal. Tawakal pada hakekatnya adalah sebuah keyakinan dalam hati ketika mengusahakan sebab penyembuhan dengan menyandarkan Allah sebagai satu-satunya yang dapat melakukan apa saja yang dikehendaki dan hanya Dialah satu-satunya penyembuh; obat apapun tidak akan mempunyai khasiat  tanpa izin dari-Nya. Berdasarkan hal ini, mengusahakan  kesembuhan tidaklah bertolak belakang dengan menyandarkan kepercayaan hanya pada Allah Yang Agung, seperti mengobati lapar dengan makan tidaklah bertentangan dengan tawakal. Tauhid yang benar dan keimanan yang sempurna tidak akan tercapai kecuali dengan melakukan sebab-sebab yang Allah Azza wa Jalla ciptakan sebagai jalan untuk mencapai hasil tertentu. Adapun mengabaikan sebab akan mengacaukan konsep dari tawakal, karena berarti mengabaikan perintah syariah untuk mengusahakan pengobatan.

Berobat juga tidak bertentangan dengan kepercayaan kepada al-Qadar (kehendak dan ketentuan Ilahi). Telah diriwayatkan bahwa Abu Khuzamah radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu tentang pengobatan yang kita upayakan, ruqyah yang kita minta, serta pencegahan yang kita lakukan? Akankah hal-hal tersebut melawan apa yang telah Allah tetapkan?” Beliau bersabda, “Hal-hal itu adalah bagian dari yang Allah tetapkan.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Tirmidzi. Hadits ini hasan shahih)

Riwayat tersebut menyanggah mereka yang menolak pengobatan. Alasan mereka, kita seharusnya menerima kehendak dan ketetapan Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku.” (Surat asy-Syu’ara: 80)

Untuk mereka yang berpandangan seperti itu hendaknya dikatakan, “Pendapatnya tersebut bisa berimplikasi bahwa seseorang tidak harus memenuhi sebab dari sebuah manfaat atau mencegah sebuah bahaya, hal tersebut bisa mengarah kepada kehancuran agamamu, keadilan semesta, dan menebarkan kerusakan di dunia. Tiada  satu manusiapun yang menyetujui hal semacam ini kecuali orang yang dengan keras kepala menolak kebenaran.”

Mengenai hal ini, al-Baghdadi mengatakan bahwa mengusahakan sebab merupakan bagian dari menyandarkan kepercayaan hanya kepada Allah Yang Maha Kuasa. Kita harus berikhtiar mencari dokter yang cakap kemudian menyerahkan keyakinannya kepada Allah. Ia berharap Allah akan memberikan kesembuhan dan rahmat-Nya. Layaknya seorang petani yang membajak dan menebar benih, kemudian ia menyerahkan keyakinannya kepada Allah. Si Petani berharap agar Allah akan membuat benih itu tumbuh dan mengirim hujan. Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman,

خُذُوا حِذْرَكُمْ

“Upayakanlah sebabmu.” (Surat an-Nisaa’: 71)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ikatlah Untamu kemudian bertawakallah.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

Terkait hadits, “Setiap penyakit ada obatnya,” Imam Nawawi menjelaskan bahwa hal ini mengindikasikan bahwa hukumnya mustahab mencari pengobatan medis. Hadits tersebut menyangkal mereka yang menolak pengobatan seperti kelompok ekstrimis Sufi yang mengklaim bahwa segala sesuatu merupakan bagian dari takdir Allah sehingga tidak ada pengaruhnya melakukan pengobatan. Perlu diketahui bahwa pengobatan juga bagian dari takdir Allah. seperti berdoa dan jihad memerangi orang kafir.

Penulis: Yusuf Al-Hajj Ahmad
Penerbit : Aqwam
Judul Kitab Asli : Ad-Dalilal-Islami fi ath-thib wa ad-Dawa’
Penerjemah : Putri Aria Miranda & Noor Cholis
Ukuran: 15 cm x 24 cm
Cover: Hard Cover
Berat: 750 Gram
Tebal : 336 halaman