Buku Panduan Lengkap Membenahi Akidah

Buku Panduan Lengkap Membenahi Akidah

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 100.000,00
Rp 80.000
You save: IDR 20.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Panduan Lengkap Membenahi Akidah  

Penulis ingin berpartisipasi melalui usaha yang tidak seberapa ini di medan yang mulia ini, maka penulis menyusun buku yang sekarang ada di tangan pembaca, tidak menghadirkan sesuatu yang baru memang, tetapi ia mendekatkan sebagian dari informasi yang jauh, menghubungkan ilmu yang benar dengan realita yang diamalkan oleh sebagian masyarakat di zaman ini, sehingga hukum syar’i dari amalan-amalan tersebut diketahui, kekeliruan orang-orang yang mengamalkannya terungkap, dengan harapan agar mereka kembali ke jalan yang benar, di samping menjadi nasihat bagi orang-orang yang tidak melakukan agar tidak melakukan.

Penulis mengintisarikan ilmu yang ada di dalam buku ini dari buku para Imam agama dan Ulama Islam, seperti kitab-kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, murid beliau Ibnul Qayyim, murid beliau Hafizh Ibnu Katsir, Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab dan para murid beliau, para ulama dakwah yang berjihad memperbaiki akidah umat, khususnya kitab Fathul Majid. Asal buku ini adalah materi kajian yang disiarkan dalam program acara al-Qur’an al-Karim di  kerajaan Saudi Arabia.

Bahaya Syirik dan Kewajiban Mewaspadainya dengan Menjauhi Sebab-Sebabnya

Syirik adalah dosa terbesar, karena Allah Ta’ala mengabarkan bahwa Dia tidak akan mengampuni pelakunya bila dia tidak bertaubat darinya, padahal Allah telah menetapkan rahmat atas Diri-Nya. Hal ini mengharuskan seorang hamba ekstra hati-hati dan waspada terhadapnya, karena akibatnya yang sedemikian buruk, mendorongnya untuk mengetahuinya dalam rangka menghindarinya, karena ia adalah keburukan paling buruk dan kezaliman paling besar. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Surat Luqman: 13)

فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (Surat al-Baqarah: 22)

Paganisme

Manusia di zaman itu diombang-ambingkan oleh paganisme yang mengangkat tuhan-tuhan mereka dari batu yang dipahat dan patung yang ditegakkan. Mereka beri’tikaf di sekitarnya, thawaf di sekelilingnya, mempersembahkan kurban-kurban dari harta mereka yang paling berharga, bahkan terkadang anak-anak mereka! Allah Ta’ala berfirman,

وَكَذَٰلِكَ زَيَّنَ لِكَثِيرٍ مِنَ الْمُشْرِكِينَ قَتْلَ أَوْلَادِهِمْ شُرَكَاؤُهُمْ لِيُرْدُوهُمْ وَلِيَلْبِسُوا عَلَيْهِمْ دِينَهُمْ ۖ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

“Dan demikianlah pemimpin-pemimpin mereka telah menjadikan kebanyakan dari orang-orang musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan untuk mengaburkan bagi mereka agama-Nya. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggallah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (Surat al-An’am: 137)

Penulis Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, Penerbit Darul Haq