Buku Panduan Berbusana Islami

Buku Panduan Berbusana Islami

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 90.000,00
Rp 72.000
You save: IDR 18.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Panduan Berbusana Islami

Sebuah Catatan Ringan Tentang Pakaian Dan Aurat (Keistimewaan Syari’at Islam):

Dengan cakupannya yang luas, syari’at Islam memiliki kelebihan dari semua aturan yang ada di tengah-tengah masyarakat kita. Syari’at Islam mengatur semua sendi kehidupan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan manusia, tanpa terkecuali.

Cakupannya yang luas ini tidak tertandingi oleh aturan dan syari’at samawiyah mana pun yang pernah datang sebelum Islam, apalagi hukum positif. Syariat Islam berusaha semaksimal mungkin mewujudkan berbagai kepentingan manusia secara menyeluruh. Sementara berbagai tugas yang diembankan kepada manusia lebih dimaksudkan untuk menjaga dan merealisasikan tujuan mereka. Tujuan-tujuan tersebut tidak lebih dari tiga macam: darurat, kebutuhan, dan perbaikan.

Darurat. Yaitu, sesuatu yang tidak bisa dihindari manusia saat melakukan kebaikan agama dan dunia. Lima hal yang tidak bisa dihindari manusia, di antaranya: agama, akal, kehormatan, dan harta. Syariat ingin menjaga hal-hal tersebut dengan  dua cara yang ditetapkannya:

Pertama, Menopang segala sesuatu yang menjadi keharusan. Hal ini dilakukan dengan cara mensyari’atkan sesuatu yang dapat menegakkan rukun-rukunnya dan memantapkan kaidah-kaidahnya.

Kedua, Mencegah setiap hal yang dapat menghilangkan syari’at. Hal ini ditempuh dengan mengatur hal-hal yang melawannya.

Contohnya dalam kehormatan, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengatur lembaga perkawinan dengan peraturan-peraturannya yang dapat memberikan kebaikan dan ketenangan kepada pasangan suami istri, keluarga, anak-anak mereka dan masyarakat; mengharamkan segala bentuk perzinaan, dan kekejian, serta memasang penghalang sebagai perlindungan darinya. Allah pun melarang memandang wanita yang bukan muhrim (maksudnya adalah mahram) dan berduaan dengannya; memerintahkan menutup aurat; memakai hijab, dan lain sebagainya. Perintah ini tidak lain hanyalah demi kehormatan sehingga nasab menjadi tetap bersih dan jauh dari ketidakjelasan.

Kebutuhan, yaitu sesuatu yang dibutuhkan manusia sesuai kemampuan. Kebutuhan tersebut dapat menghilangkan kesempitan yang dapat menyebabkan krisis dan kesulitan.

Sedangkan Perbaikan yaitu Mengamalkan akhlak mulia, kebiasaan baik, dan menjauhi hal-hal kotor yang tidak bisa diterima oleh akal sehat. Semua itu terhimpun dalam akhlak mulia. Dalam cakupannya yang luas ini, kita mendapatkan tiga kelompok hukum taklifiyah, yakni:

  1. Kewajiban-kewajiban syari’at, ada dua macam: wajib dan mandub.
  2. Larangan-larangan syari’at, juga ada dua macam: haram dan makruh.
  3. Kelompok berbagai hal yang mubah, yakni suatu pilihan yang diberikan syari’at kepada manusia untuk melakukan atau meninggalkannya.

Dalam kajian ini, kita akan melihat contoh kandungan syari’at, sekaligus implementasi dari keluasan cakupannya. Allah Ta’ala mengharamkan zina. Di samping itu, Allah Ta’ala pun mengharamkan sebab-sebab yang dapat mengantarkan seseorang pada perbuatan tersebut, mulai dari bersolek, berbaur, membuka aurat, menyerupai, dan lain-lain. Allah Ta’ala juga memerintahkan untuk menutup aurat, memasang hijab, membersihkan badan, rumah, dan lingkungan masyarakat.

Buku cetak edisi hardcover, tebal buku 547 halaman, ukuran buku 16,5 x 24,5 cm, dan dengan berat 1119 gram.
Penulis: Syaikh Abdul Wahhab Abdussalam Thawilah
Penerbit: Al-Mahira