Buku Panduan Amal Sehari Semalam Pustaka Imam asy-Syafi’i

Buku Panduan Amal Sehari Semalam Pustaka Imam asy-Syafi’i

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 80.000,00
Rp 64.000
You save: IDR 16.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Panduan Amal Sehari Semalam Pustaka Imam asy-Syafi’i

Banyak orang yang memandang hidup ini identik dengan menikmati berbagai kesenangan dan kelezatan duniawi saja. Siang malam mereka menghabiskan waktu untuk mengejar dan menyelesaikan urusan dunia. Dunia yang fana telah memperdaya orang-orang hingga melupakan kehidupan yang hakiki, yaitu kehidupan akhirat. Namun fenomena ini terbilang wajar, karena mereka tidak mengimani adanya kehidupan setelah kematian. Mereka mengatakan, sebagaimana firman-Nya,

إِنْ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ

“Kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi.” (Surat al-Mukminun: 37)

Orang-orang itu sudah berputus asa untuk menggapai kedudukan yang lebih mulia dan utama. Sebab hakikat hidup jelas bertolak belakang dengan apa yang mereka yakini dan berlawanan dengan apa yang mereka duga. Hakikat hidup ini ialah mengabdikan diri dengan beribadah kepada Rabb Yang Maha Hidup, Yang tidak akan mati. Itulah tujuan sebenarnya dari penciptaan Jin dan manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Surat adz-Dzariyat: 56)

Maka setiap muslim hendaknya memperhatikan setiap detik yang dilalui. Jangan sampai waktu tersebut terbuang percuma tanpa ada nilai ibadah di sisi Allah. Waktu yang sudah berlalu tidak akan pernah kembali, selama-lamanya. Dan ironisnya, kebanyakan orang bersedih atau berduka ketika kehilangan harta, namun mereka tidak merasa menyesal ketika umur terbuang begitu saja selama bertahun-tahun. Umur kita adalah kesempatan untuk beramal di dunia, sebab di akhirat yang ada hanyalah hisab atau perhitungan. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan wasiat yang agung bagi kita terkait dengan batasan waktu hidup ini,

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara (1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, (2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, (3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, (4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan (5) Hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. al-Hakim)

Sungguh wasiat beliau tersebut komplit. Kandungannya mengarahkan setiap muslim menuju jalan yang seharusnya ditempuh. Juga, berisi penjelasan tentang sebab-sebab meraih keselamatan. Alangkah butuhnya kita pada sebab-sebab itu. Karena, kalaulah kita tidak mendapat petunjuk kepadanya, pasti kita tetap terombang-ambing dalam kehidupan dunia sampai ajal menjemput. Persis seperti kehidupan ternak atau bahkan lebih sesat lagi. Hidup hanyalah kumpulan hari-hari, maka betapa merugi apabila kita terus dibuai angan-angan duniawi sehingga lupa memperbaiki amal-amal ukhrawi.

Penulis: Abu Ihsan al-Atsary & Ummu Ihsan, Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Ukuran: 15,5 x 23,5 cm, Tebal: 446 Halaman, Hard Cover, Berat: 0,6 Kg