Buku Meninggalkan Shalat, Lebih Parah daripada Selingkuh dan Mabuk (Rumaysho)

Buku Meninggalkan Shalat, Lebih Parah daripada Selingkuh dan Mabuk (Rumaysho)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 27.000,00
Rp 21.600
You save: IDR 5.400,00! (20.00%)

Product Description

Buku Meninggalkan Shalat, Lebih Parah daripada Selingkuh dan Mabuk, Muhammad Abduh Tuasikal

Di zaman ini, sedikit yang sadar untuk shalat. Padahal jika seseorang itu menjaganya hidupnya di dunia akan mudah terlebih lagi di akhirat, akan mendapatkan keselamatan. Meskipun meninggalkan shalat itu berbahaya, sedikit yang mau sadar dan masih enggan untuk shalat, bahkan hingga bertahun-tahun, lebih-lebih shalat Shubuh. Padahal sudah diketahui bersama bahwa shalat adalah bagian dari rukun Islam. Yang namanya rukun itu diibaratkan seperti seperti tiang penopang utama dari suatu bangunan. Jika tiang tersebut roboh, tentu atap bangunan tersebut akan ikut roboh. Para ulama sepakat bahwa meninggalkan satu shalat saja dengan sengaja termasuk dosa besar bahkan dosanya lebih parah daripada berzina, mencuri, minum-minuman keras, korupsi, dan dosa besar lainnya. Demikian karena shalat lima waktu adalah bagian dari rukun Islam, sehingga meninggalkannya adalah dosa yang lebih parah dari dosa-dosa yang disebutkan tadi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tali ikatan Islam akan putus seutas demi seutas. Setiap kali terputus, manusia bergantung pada tali berikutnya. Yang paling awal terputus adalah hukumnya dan yang terakhir adalah shalat.” (HR. Ahmad)

Buku ini memaparkan secara ringkas tentang fikih shalat. Mulai dari keutamaan menjaga shalat 5 waktu, Larangan dari meninggalkan shalat, kelalaian dari menjaga shalat Shubuh dan shalat Ashar, derita yang berat bagi Munafik atas beban shalat Shubuh dan shalat Isya’. Pada bab ke-10 sampai bab ke-11, penulis memberikan tips-tips untuk mudah bangun shalat Shubuh. Dan pada bab-bab setelahnya, penulis membawakan soal jawab seputar shalat. Kemudian, di akhir bab, penulis mengajak Anda untuk merenung sejenak … berkontemplasi!

Shalat Adalah Amalan yang Dihisab Pertama Kali

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ – : اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا

“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari Kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, “Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.” Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. at-Tirmidzi)