Buku Menghidupkan Sunnah-sunnah Yang Terlupakan

Buku Menghidupkan Sunnah-sunnah Yang Terlupakan

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 60.000,00
Rp 48.000
You save: IDR 12.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Menghidupkan Sunnah-sunnah Yang Terlupakan

Semua materi yang dibahas dalam buku yang ada di hadapan pembaca ini mengandung ilmu yang bermanfaat. Penulisnya, yakni saudari Ummu Ahmad -semoga Allah memberikan ganjaran yang setimpal kepadanya- telah meneliti beberapa kitab ulama hingga menemukan puluhan amalan sunnah yang tidak banyak diamalkan oleh manusia, bahkan kebanyakan mereka itu tidak mengetahuinya.

Dalam tulisannya, Ummu Ahmad telah menyajikannya dengan  baik dan memberikan masukan-masukan baru, baik dari sisi kutipan yang sumbernya terpercaya, dan dia tetap memberikan perhatian pada banyaknya kutipan maupun pendapat ulama yang menjadikan rumah (keluarga) mereka makmur dengan ilmu dan amal serta taufik-Nya. (Sebuah Pengantar dari Fadhilatus Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad as-Sad han)

Metode Pembahasan

Pertama, nash haditsnya (yang disebutkan dalam setiap bahasan) jelas menunjukkan kepada amalan syar’i dan jelas pula bahwa nash tersebut ditinggalkan kaum muslimin. Kedua, Jika saya menemukan nash dari ulama terdahulu atau sekarang yang menegaskan bahwasanya suatu amalan termasuk sunnah yang ditinggalkan, maka saya akan menyebutkannya di dalam pembahasan masalah terkait atau di sela-selanya. Ketiga, saya berusaha keras menyebutkan dalil yang shahih saja, dengan sebagian besarnya berpegang pada hadits-hadits yang diriwayatkan dua imam: al-Bukhari dan Muslim. Jika hadits itu tidak berasal dari keduanya, maka saya mentakhrij sumber riwayatnya lalu mengutip pendapat ulama, dahulu dan sekarang, yang menshahihkannya sesuai dengan usaha dan hasil penelitian saya. Adapun mengenai hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim, atau salah satunya, penisbatan shahih kepada kedua pakar hadits ini sudah cukup, sebagaimana yang diketahui secara umum.

Motivasi Mengajak Kepada Kebaikan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang melaksanakannya.” (HR. Muslim)

Dalam sabdanya yang lain, “Siapa yang menghidupkan satu sunnah-sunnahku lalu sunnah itu di amalkan banyak orang, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR. Ibnu Majah)

Makna hadits di atas adalah di antara yang sudah di maklumi secara pasti bahwa meninggalkan amalan sunnah secara terus-menerus oleh suatu kaum, dalam waktu yang cukup lama, akan membuat mereka melupakannya; bahkan sebagian mereka ada yang menentang dan mengingkarinya. Hal ini sebagaimana praktik amal yang tidak disyariatkan akan tetapi dilakukan oleh kebanyakan orang, maka itu akan menguatkan anggapan mereka bahwasanya amalan tersebut disyariatkan, hingga pada gilirannya ia menjadi amalan yang sangat sulit dilepaskan (ditinggalkan).

Penyusun: Haifa binti  Abdullah ar-Rasyid, Pustaka Imam asy-Syafi’i