Buku Mencetak Anak Penyejuk Hati

Buku Mencetak Anak Penyejuk Hati

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 33.000,00
Rp 28.000
You save: IDR 5.000,00! (15.15%)

Product Description

Buku Mencetak Anak Penyejuk Hati

Buku Mencetak Anak Penyejuk Hati-Selama ini standar kecerdasan anak acapkali diukur dengan seberapa besar kemampuan intelektual si anak dalam proses pendidikan. Kecerdasan intelektual (otak) yang antara lain ditandai dengan perolehan nilai ujian atau rangking kelas yang tinggi dianggap sebagai kunci pokok kecemerlangan masa depan. Dan, tidak begitu baiknya nilai anak di sekolah disinyalir sebagai indikasi suramnya masa depan anak. Orang tua seringkali telah patah semangat sejak dini ketika melihat anaknya ternyata tidak cerdas secara intelektual. Pendidikan anak pun menjadi kurang serius ditangani karena asumsi negatif dan keputus asaan dini para orang tua.

Padahal seorang Psikolog Barat bernama Daniel Goleman di awal tahun 1990-an memaparkan hasil penelitiannya yang cukup mencengangkan dunia lewat bukunya Emotional Intelligence (EI). Menurut Goleman, tingginya kecerdasan intelektual ternyata tidak berpengaruh banyak terhadap kasus sukses tidaknya seseorang di masa depan. Kecerdasan intelektual nyatanya hanya menyumbang 20% saja pada kesuksesan hidup seseorang, sementara 80% sisanya dipengaruhi oleh faktor kecerdasan yang lain.

Maka 'haram' hukumnya bagi para orang tua untuk berputus asa dalam mendidik anaknya, hanya karena faktor nilai sekolahnya yang tidak pernah bagus. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

وَلا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لا يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

(artinya) "Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa  dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (Surat Yusuf: 87)

Kecerdasan intelektual merupakan kecerdasan yang memungkinkan manusia berpikir logis dan rasional. Kecerdasan pikiran ini bersifat statis, yang secara umum diperoleh karena 'warisan' orang tua. Seseorang yang terlahir dengan IQ  rendah tidak dapat direkayasa untuk menjadi seorang yang jenius. Begitu juga, seseorang yang dilahirkan dari orang tua yang ber IQ tinggi  kemungkinan besar akan 'mengikuti jejak' orang tuanya dengan ber IQ tinggi pula. Namun, sekali lagi ditegaskan di sini bahwa kecerdasan intelektual bukanlah faktor mutlak penentu kesuksesan masa depan seseorang.

Dua Kunci mewujudkan ACDA (Anak Cerdas Dunia Akhirat)

Pertama, ketaatan kedua orang tuanya kepada Allah Azza wa Jalla. Sejauhmana anak bisa berada di dalam lingkungan rumah tangga yang sakinah, mawadah, wa rahmah. Kedua, optimalisasi dan pengembangan kecerdasan secara sistematis di sekolah. Dalam hal ini orang tua harus cerdas dalam memilihkan sekolah untuk anaknya. Maka pilihlah sekolah yang bagus pembinaan agamanya.

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 183 halaman, ukuran buku 14 x 20,5, dan dengan berat 196 gram.
Penulis: Muhammad Albani
Penerbit: Kiswah Media