Buku Menapak Jalan Hidayah

Buku Menapak Jalan Hidayah

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 15.000,00
Rp 13.500
You save: IDR 1.500,00! (10.00%)

Product Description

Buku Menapak Jalan Hidayah

Buku Menapak Jalan Hidayah-Saat seseorang berniat untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik, saat itu pula berbagai rintangan menghampirinya: kesenangan duniawi, bujukan syahwat, sahabat, sampai perang batin yang terus bergejolak di dalam hatinya.

Buku ini mengulas kiat-kiat praktis untuk menapaki jalan kebenaran. Dengan membacanya, Anda diajak untuk bisa menjajaki tahap-tahap pencarian hidayah: memulai perubahan diri, menghindari godaan kemunduran, dan menguatkan konsisten diri. Inilah buku yang akan menuntun Anda bisa menikmati hidup yang lebih bermakna, berkesan,dan diliputi nilai-nilai kebaikan.

Buku ini dikemas dalam bentuk dialog antara dua orang dengan tema-tema yang menggugah bagi para pencari hidayah. Penyusun membaginya menjadi enam pertemuan. Dan di ujung dialog, penyusun pungkasi dengan “Teman dan Waktu Luang”. Ada apa dengan keduanya? Keduanya berpengaruh kepada diri seseorang.

Pilih Teman Yang Baik

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi advice (saran) buat kita:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari, no. 5534 dan Muslim, no. 2628)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah, no. 927)

Bagaimana menurut Anda? Tentu Anda setuju dengan petunjuk ini.

Lalai Dengan Waktu

Waktu adalah suatu yang tidak bisa kembali. Barangsiapa memanfaatkannya dalam kebaikan maka ia telah memperoleh bagian yang banyak. Dan sebaliknya, apabila ia mengisi waktunya dengan beragam kejelekan maka bersiaplah menuai hasilnya kelak. Rasulullah ingatkan tentang waktu luang ini dalam sabdanya:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.” (HR. Bukhari, no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Dan sebagai tambahan advice, dengarlah penuturan Ibnu Mas’ud:

إنِّي لَأَبْغَضُ الرَّجُلَ فَارِغًا لَا فِي عَمَلِ دُنْيَا وَلَا فِي عَمَلِ الْآخِرَةِ

“Aku sangat membenci orang yang menganggur, yaitu tidak punya amalan untuk penghidupan dunianya ataupun akhiratnya.” (al-Adabusy Syar’iyyah, Ibnu Muflih, 4/303)

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 88 halaman, ukuran buku 13 x 18,5 cm, dan dengan berat 198 gram.
Penulis: Abdullah Abdul Aziz al-Aidan
Penerbit: Daun Publishing