Buku Memetik Hikmah Dari Telaga Sunnah (3 Seri Terpisah)

Buku Memetik Hikmah Dari Telaga Sunnah (3 Seri Terpisah)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 52.000,00
Rp 41.500
You save: IDR 10.500,00! (20.19%)

Product Description

Buku Memetik Hikmah Dari Telaga Sunnah (3 Seri Terpisah)

Buku Memetik Hikmah Dari Telaga Sunnah (3 Seri Terpisah)-Mengambil manfaat dari kisah-kisah yang disajikan kadang lebih mengena daripada berkutat pada teori secara penuh (meski keduanya terdapat kelebihan dan kekurangannya). Oleh karena itu, seorang pengajar hendaknya kreatif dalam menerapkan metode ajar. Di sela-sela pelajarannya, kadang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkisah untuk mengingatkan orang-orang. Dan ini pula yang ditempuh oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah; selain berkisah, beliau juga memberikan faidah yang terkait dengannya.

Pembunuh Berdarah Dingin (Kejam)

Dari Abu Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinaan al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dahulu pada masa sebelum kalian ada seseorang yang membunuh 99 jiwa, lalu ia bertanya tentang orang yang paling alim di muka bumi, maka ia ditunjukkan kepada seorang rahib (ahli ibadah), lalu ia mendatangi rahib tersebut dan berkata, ‘Jika ada orang yang membunuh 99 jiwa, apa taubatnya bisa diterima?’ Rahib pun menjawab, ‘Tidak.’ Lalu orang tersebut membunuh rahib itu sehingga genap sudah dia membunuh 100 nyawa. Kemudian ia kembali bertanya tentang orang yang paling alim di muka bumi, lalu ia ditunjukkan kepada seorang yang ‘alim, lalu dia berkata, ‘Jika ada orang telah membunuh 100 jiwa, apakah masih ada pintu taubat untuknya?’ Orang alim itu pun menjawab, ‘Ya Siapakah yang menghalangi nya untuk bertaubat? Pergilah ke daerah ini karena di sana terdapat sekelompok orang yang menyembah Allah Ta’ala, maka sembahlah Allah bersama mereka dan janganlah kembali ke daerahmu yang dulu karena daerah tersebut adalah daerah yang jelek.’ Laki-laki ini lantas pergi menuju tempat yang ditunjukkan oleh orang alim tersebut. Ketika sampai di tengah perjalanan, maut menjemputnya. Maka terjadilah perselisihan antara malaikat rahmat dan malaikat azab. Malaikat rahmat berkata, ‘Orang ini pergi untuk bertaubat dengan menghadapkan hatinya kepada Allah’. Sedangkan malaikat azab berkata, ‘Sesungguhnya orang ini belum pernah melakukan kebaikan sedikit pun’. Lalu datanglah malaikat lain dalam bentuk manusia, mereka pun sepakat untuk menjadikan malaikat ini sebagai juru damai. Malaikat ini berkata, ‘Ukurlah jarak kedua tempat tersebut (jarak antara tempat jelek yang dia tinggalkan dengan tempat yang baik yang ia tuju,pen.), daerah yang jaraknya lebih dekat, maka daerah tersebut yang berhak atas orang ini.’ Mereka pun mengukur jarak kedua tempat tersebut dan ternyata orang ini lebih dekat dengan tempat yang ia tuju, Oleh karena itu ruhnya dibawa oleh malaikat rahmat.” (HR. Bukhari & Muslim)

Buku cetak edisi softcover, buku terdiri dari 3 jilid, ukuran per buku 12 x 17,5 cm, tebal buku jilid 1 208 halaman, jilid 2 153 halaman, jilid 3 207 halaman, dan total berat 3 jilid 490 gram.

Penulis: Shalahuddin Mahmud as-Sa'id
Penerbit: Pustaka At-Tazkia