Buku Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam Tazkiyatun Nufus

Buku Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam Tazkiyatun Nufus

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 32.000,00
Rp 25.600
You save: IDR 6.400,00! (20.00%)

Product Description

Buku Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam Tazkiyatun Nufus

Sesungguhnya di antara tugas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling penting adalah tazkiyatun nufus (mensucikan jiwa). Tazkiyatun nufus … membersihkannya dari segala kotoran dan meningkatkannya menuju kemuliaan akhlak merupakan salah satu tujuan penting diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Mengenal Isi Buku

Buku ini ditulis oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafizahullah yang mana beliau adalah pembina dari Pondok Pesantren Minhajus Sunnah di Bogor. Beliau dikenal tekun dalam menuntut ilmu. Di antara guru beliau adalah Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dan Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr hafizahullah. Di sela-sela kesibukannya belajar dan mengajar, beliau torehkan guratan pena ke dalam lembaran-lembaran yang bermanfaat. Tercatat ada 24 buah karya tulis yang beliau susun. Di antaranya; Prinsip Dasar Islam Menurut al-Quran dan as-Sunnah, Jalan Keselamatan Keberkahan, Jihad Dalam Syariat Islam dan Penerapannya di Masa Kini, Waktumu Dihabiskan Untuk Apa?, Sebaik-Baik Amal Adalah Shalat, dan buku yang ada di hadapan pembaca ini.

Apa itu Tazkitun nufus? Makna tazkiyah diambil dari kata; zakkaa - yuzakkii - tazkiyatan. Ada dua asal makna di sini, salah satunya an-Nama’ yaitu tumbuh dan berkembang. Maksudnya ialah menumbuhkan dan mengembangkan jiwa untuk melakukan amal-amal shalih dan akhlak yang mulia. Dari dua makna yang disebutkan (periksa hal.15) terdapat dua makna; pertama, penyucian jiwa dari hal-hal yang buruk dan kedua, menghiasi jiwa dengan akhlak yang baik dan amal-amal shalih.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَمَنْ تَزَكَّىٰ فَإِنَّمَا يَتَزَكَّىٰ لِنَفْسِهِ

“...Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri…” (Surat Fathir: 18)

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman).” (Surat al-A’la: 114)

Pada bab ke-2, penulis memaparkan delapan kaidah yang bermanfaat dalam Tazkiyatun nufus. Lalu pada bab setelahnya disebutkan Keadaan Hati dan Macam-Macamnya sekaligus disambung dengan Tanda-Tanda hati yang Sehat dan Hati yang Sakit. Tak lupa, penyusun haturkan Sebab-Sebab yang Mengantarkan Sakitnya Hati (hal. 101-18). Dan terakhir, beliau akhiri dengan bahasan Obat yang mengatasi itu semua (Obat Penyakit Hati). Jadi, ingat iklan, “Masalah fisik disembuhkan dengan obat, masalah hidup disembuhkan dengan  ilmu syar’i.”

(https://www.facebook.com/Yufid.TV/videos/1411794128894714/)

Ada nasehat yang bagus dari Imam al-Hasan al-Bashri yang mengatakan, “Obatilah hatimu. Sebab, kebutuhan Allah terhadap hamba-Nya terletak pada baiknya hati.”

Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka at-Taqwa.