Buku Kunci Pembuka Langit (Pustaka Ibnu Umar)

Buku Kunci Pembuka Langit (Pustaka Ibnu Umar)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 15.000,00
Rp 12.000
You save: IDR 3.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Kunci Pembuka Langit, Khalid bin Muhammad ‘Athiyyah, Pustaka Ibnu Umar

Doa ialah senjatanya orang mukmin, tanpanya Anda bukanlah siapa-siapa. Buku yang berjudul asli Asraarud Du’aa-i wa Mafaatiihus Saamaa-i diterjemahkan dengan sedikit perubahan redaksional. Buku yang mengupas fikih doa secara gamblang ini diharapkan mampu menjadi referensi tambahan bagi masyarakat muslim Indonesia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya doa adalah ibadah.” Maksudnya adalah ibadah itu pada hakikatnya seluruhnya adalah doa dan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Ta’ala. Barangsiapa melalaikan doa maka sungguh ia telah melalaikan ibadah.

Doa merupakan pintu yang sangat agung. Barangsiapa membuka untuk dirinya, maka ia akan diberi taufik untuk segala kebaikan. Barangsiapa meninggalkannya maka ia telah menyia-nyiakan dirinya dari mendapatkan kebaikan yang banyak, dan ia telah mengunci pintu langit untuk dirinya.

Doa adalah kunci pembuka langit, yang dengannya Allah memberikan apa yang dikehendaki-Nya kepada para hamba-Nya. Dan dengannya pula Allah Ta’ala memberikan nikmat, atau mencegahnya sekehendak-Nya, dengan segala hikmah dan kasih sayang yang terkandung di dalamnya.

Doa adalah tali dari langit yang terulur, yang menghubungkan seorang hamba dengan Rabb-Nya kapan saja sekehendaknya. Lalu ia berdiri di hadapan Allah Azza wa Jalla. Kemudian ia berdoa, memohon dan meminta kepada-Nya apa saja yang dia kehendaki. Ini dapat ia lakukan kapan pun dan dengan cara apa saja yang ia kehendaki (selama tidak bertentangan dengan syariat-Nya).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”” (Surat Ghafir / al-Mu’min: 60)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »

“Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: pertama; Allah akan segera mengabulkan doanya, kedua; Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan ketiga; Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdoa.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa-doa kalian.” (HR. Ahmad)