Buku Konsep Kepemimpinan Dalam Islam

Buku Konsep Kepemimpinan Dalam Islam

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 120.000,00
Rp 96.000
You save: IDR 24.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Konsep Kepemimpinan Dalam Islam

Buku Konsep Kepemimpinan Dalam Islam-Ribut-ribut menyoal kebijakan negara bukan barang baru di tanah air, namun, mendalami agama dijadikan agenda kesekian. Banyak yang tidak menyadari bahwa pentingnya mempelajari ilmu agama melebihi pentingnya dari makan dan minum bagi seseorang. Satu lagi buku yang menyoal kepemimpinan versi Islam, kembali dihadirkan sebagai sumbangsih peran dalam mengentaskan bangsa dari keterpurukan.
Bai’at, Sebuah Fenomena Yang Harus Diluruskan
Bai’at termasuk perkara yang disyari’atkan dan pada perkembangannya mengalami pergeseran makna, bagaimana Islam memandangnya?
Bai’at Secara Istilah (Terminologi), “Berjanji untuk taat”. Seakan-akan orang yang berbai’at memberikan perjanjian kepada amir (pimpinan)nya untuk menerima pandangan tentang masalah dirinya dan urusan-urusan kaum muslimin, tidak akan menentang sedikitpun dan selalu mentaatinya untuk melaksanakan perintah yang dibebankan atasnya baik dalam keadaan suka atau terpaksa.
Jika membai’at seorang amir dan mengikat tali perjanjian, maka manusia meletakkan tangan-tangan mereka pada tangannya (amir) sebagai penguat perjanjian, sehingga menyerupai perbuatan penjual dan pembeli, maka dinamakanlah bai’at yaitu isim masdar dari kata baa ‘a, dan jadilah bai’at secara bahasa dan secara ketetapan syari’at.
Dan ba’iat itu secara syar’i maupun kebiasaan tidaklah diberikan kecuali kepada amirul mukminin dan khalifah kaum muslimin. Karena orang yang meneliti dengan cermat kenyataan yang ada bai’at masyarakat kepada kepala negaranya, dia akan mendapati bahwa bai’at itu terjadi untuk kepala negara. Dan pokok dari pembai’atan hendaknya setelah ada musyawarah dari sebagian besar kaum muslimin dan menurut pemilihan ahlul halli wal ‘aqdi. Sedang bai’at selainnya tidak dianggap sah kecuali jika mengikuti bai’at mereka.
Dalil-Dalil Yang Mendukung Bai’at
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “(artinya) Sesungguhnya orang-orang yang bejanji setia kepadamu, mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya, niscaya akibat melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberi pahala yang besar.” (Surat al-Fath: 10)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “(artinya) Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)” (Surat al-Fath : 18)
Rasulullah bersabda: “Barangsiapa mati dan dilehernya tidak ada baiat, maka sungguh dia telah melepas ikatan Islam dari lehernya.” (HR. Muslim)
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berjanji setia kepada seorang imam dan menyerahkan tangan dan yang disukai hatinya, maka hendaknya dia menaati imam tersebut menurut kemampuannya. Maka jika datang orang lain untuk menentangnya, maka putuslah ikatan yang lain tersebut.” (HR. Muslim dan Abu Dawud)
Rasulullah bersabda, “Jika dibai’at dua orang khalifah maka perangilah yang terakhir dari keduanya.” (HR. Muslim)
Disarikan dari almanhaj.or.id/243

Buku cetak edisi hardcover, tebal buku 664 halaman, ukuran buku 17,5 x 24 cm, dan dengan berat 1062 gram.

Penulis: Prof. Dr. Abdullah Ad-Dumaiji
Penerbit: Ummul Qura