Buku Kisah Para Tabi’in

Buku Kisah Para Tabi’in

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 169.000,00
Rp 135.000
You save: IDR 34.000,00! (20.12%)

Product Description

Buku Kisah Para Tabi’in

Buku Kisah Para Tabi’in-Siapakah Tabi’in itu? Apakah Anda mengenalnya? Tabi’in adalah setiap orang yang berjumpa dengan shahabat Nabi dalam keadaan ia beriman kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meskipun ia tidak melihat Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ia mati di atas keislamannya. Mari kita bersama meneladani pribadi-pribadi nan mulia …

Pemilik Do’a Yang Ijabah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita mengenai Uwais al-Qarni tanpa pernah melihatnya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia seorang penduduk Yaman, daerah Qarn, dan dari kabilah Murad. Ayahnya telah meninggal. Dia hidup bersama ibunya dan dia berbakti kepadanya. Dia pernah terkena penyakit kusta. Dia berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, lalu dia berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, lalu dia diberi kesembuhan, tetapi masih ada bekas sebesar dirham di kedua lengannya. Sungguh, dia adalah pemimpin para tabi’in.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu, “Jika kamu bisa meminta kepadanya untuk memohonkan ampun (kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala) untukmu, maka lakukanlah!”

Dan setiap tahun Umar radhiyallahu ‘anhu selalu menanti Uwais. Dan kebetulan suatu kali dia datang bersama jama’ah haji dari Yaman, lalu Umar radhiyallahu ‘anhu menemuinya. Dia hendak memastikannya terlebih dahulu, makanya dia bertanya, “Siapa namamu?” “Uwais,” jawabnya. Umar radhiyallahu ‘anhu melanjutkan, “Di Yaman daerah mana?’ Dia menjawab, “Dari Qarn.” “Tepatnya dari kabilah mana?” Tanya Umar radhiyallahu ‘anhu. Dia menjawab, “Dari kabilah Murad.” Umar radhiyallahu ‘anhu bertanya lagi, “Bagaimana ayahmu?” “Ayahku telah meninggal dunia. Saya hidup bersama ibuku,” jawabnya.  Umar radhiyallahu ‘anhu melanjutkan, “Bagaimana keadaanmu bersama ibumu?’ Uwais berkata, “Saya berharap dapat berbakti kepadanya.”  “Apakah engkau pernah sakit sebelumnya?” lanjut Umar radhiyallahu ‘anhu.  “Iya. Saya pernah terkena penyakit kusta, lalu saya berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga saya diberi kesembuhan.” Umar radhiyallahu ‘anhu bertanya lagi, “Apakah masih ada bekas dari penyakit tersebut?” Dia menjawab, “Iya. Di lenganku masih ada bekas sebesar dirham.” Dia memperlihatkan lengannya kepada Umar radhiyallahu ‘anhu. Ketika Umar radhiyallahu ‘anhu melihat hal tersebut, maka dia langsung memeluknya seraya berkata, “Engkaulah orang yang diceritakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mohonkanlah ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untukku!” Dia berkata, “Masa saya memohonkan ampun untukmu wahai Amirul Mukminin?”

Umar radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Iya.” Umar radhiyallahu ‘anhu meminta dengan terus mendesak kepadanya sehingga Uwais memohonkan ampun untuknya. Selanjutnya Umar radhiyallahu ‘anhu bertanya kepadanya mengenai ke mana arah tujuannya setelah musim haji. Dia menjawab, “Saya akan pergi ke kabilah Murad dari penduduk Yaman ke Irak.” (Dikutip dari kisahmuslim.com/3005)

Buku cetak edisi hardcover, tebal buku 910 halaman, ukuran buku 18 x 24,5 cm, dan dengan berat 1486 gram.
Penulis: Syaikh Abdul Mun'im Al-Hasyimi
Penerbit: Ummul Qura