Buku Kenapa Masih Enggan Shalat?

Buku Kenapa Masih Enggan Shalat?

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 16.000,00
Rp 12.800
You save: IDR 3.200,00! (20.00%)

Product Description

Buku Kenapa Masih Enggan Shalat?

Masih ingatkah Anda … apakah isi wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum wafat? Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha bercerita bahwa kebanyakan wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala menjelang wafatnya adalah ucapan beliau:

الصَّلاَةَ الصَّلاَةَ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

“Jagalah shalat, jagalah shalat, dan apa yang kalian miliki dari budak-budak kalian.” Terus beliau ucapkan itu hingga lisan beliau tidak bisa lagi mengucapkannya dengan fasih.” (HR. Ibnu Majah)

Ini yang terjadi saat itu, beliau mengkhawatirkan umatnya. Padahal terdapat janji yang mulia bagi orang yang menjaga shalat! Di antaranya; hidupnya akan mudah di dunia dan di akhirat mendapat jaminan keselamatan. Maka nikmat mana lagi yang Anda dustakan?

Mengapa Masih Ada yang Malas Shalat?

Ada yang shalat karena lingkungan semata (baca: siap hadir saat shalat Maghrib saja) atau ada yang tidak pernah datang ke masjid sama sekali, lalu suatu hari masyarakat pun dibuatnya takjub, karena ia malu dengan tamu yang berkunjung ke rumahnya … inilah fenomena akhir zaman. Masa di mana kebaikan banyak ditinggalkan. Wallahul musta’an.

Pernak-Pernik Buku

Buku yang ringkas ini memaparkan 13 pembahasan menarik seputar shalat. Mulai dari kedudukan shalat dalam Islam dan keutamaan-keutamaan yang dapat diraih karenanya, bahaya meninggalkan shalat, tips dan trik supaya bangun di waktu Shubuh, problem kontemporer; “Sudah shalat tapi kenapa masih maksiat?!?” dan penutup yang berisi sebuah renungan bagi saudara-saudara kita yang telah terjangkit virus akut berupa meninggalkan shalat. Juga, seruan untuk sadar diri, kembali menuju Rabb Tabaraka wa Ta’ala … bertaubat …. bermunajat sepenuh hati. Jika taubatnya bukan sekarang, maka kapan lagi?

Bahaya Meninggalkan Shalat

Ancaman demi ancaman sudah disampaikan oleh Rasulullah, karena kasih sayang beliau terhadap umatnya. Akankah kasih sayang tersebut dibalas dengan air Susu atau akan dibalas dengan Air Tuba? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ (38) إِلَّا أَصْحَابَ الْيَمِينِ (39) فِي جَنَّاتٍ يَتَسَاءَلُونَ (40) عَنِ الْمُجْرِمِينَ (41) مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ (42) قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ (43) وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ (44) وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ (45) وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ (46) حَتَّى أَتَانَا الْيَقِينُ (47)

“Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, kecuali golongan kanan, berada di dalam Surga, mereka tanya menanya, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (Neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian”.” (Surat al- Mudatstsir: 38-47)

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim

Masihkah Anda enggan untuk shalat?

Penulis Muhammad Abduh Tuasikal, Pustaka Muslim.