Buku Jati Diri Wanita Muslimah

Buku Jati Diri Wanita Muslimah

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 95.000,00
Rp 76.000
You save: IDR 19.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Jati Diri Wanita Muslimah

Wanita memiliki pengaruh yang sangat besar dalam mendidik generasi penerus, menciptakan para patriot, menanamkan keutamaan, meneguhkan nilai-nilai, menghiasi kehidupan dengan cinta; kasih sayang dan keindahan, mengisi rumah tangga dengan keamanan, ketenangan, ketentraman, ridha, dan kedamaian.

Wanita muslimah adalah satu-satunya wanita yang bisa dipersiapkan untuk memasyarakatkan semua itu dalam dunia wanita modern, yang kini keadaannya semakin bertambah payah, letih dan tergadaikan oleh gemerlap filsafat materialisme dan tonggak-tonggak kehidupan jahiliyah, yang membutakan masyarakat dari petunjuk Allah. Bagaimana agar wanita muslimah bangkit? Caranya ialah dengan mengetahui jati dirinya, kembali kepada pola-pola pembentukan dirinya dan pemikirannya yang suci, membentuk kepribadiannya yang asli seperti yang diridhai Allah dan Rasul-Nya, yang kemudian bisa membedakannya dan para wanita sejagat raya.

Untuk memperjelas ini semua, saya sempatkan diri untuk menghimpun berbagai nash yang shahih dari kitab Allah dan sunnah Rasulullah yang berkaitan dengan pembentukan jati diri wanita, lalu saya susun sedemikian rupa menurut bab-bab dan topik-topiknya, hingga di hadapan saya sudah tersedia rancangan yang komplit untuk diturunkan sebagai pembahasan mengenai berbagai masalah wanita secara khusus maupun umum, antara lain sebagai berikut; Wanita Muslimah bersama Rabb-Nya, Wanita Muslimah bersama dirinya, Wanita Muslimah bersama orang tuanya, Wanita Muslimah bersama suaminya, Wanita Muslimah bersama  anak-anaknya, Wanita Muslimah bersama kerabat dan sanak saudaranya, Wanita Muslimah bersama tetangganya, Wanita Muslimah bersama saudara dan rekan-rekannya, dan di akhiri dengan bab Wanita Muslimah bersama masyarakatnya.

Kunci-Kunci Surga Bagi Wanita

Banyak sekali jalan yang dapat ditempuh oleh wanita untuk meraih ridha Allah Tabaraka wa Ta’ala di antaranya,

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ

“Sebab itu maka wanita yang shalih, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (Surat an-Nisaa’: 34)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertutur,

“إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ”.

“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam Surga dari pintu manapun yang engkau mau.” (HR. Ahmad)

Tahukah Anda beratnya beban jihad? Ternyata tidak dibebankan kepada kaum Hawa. Dari ‘Aisyah Ummul Mu’minin radhiyallahu ‘anha, beliau bertanya, “Wahai Rasulullah, kami mengetahui bahwa jihad adalah amalan yang paling utama. Bolehkah kami ikut berjihad?” Maka beliau menjawab, “Tidak, akan tetapi sebaik-baik jihad (bagi wanita) adalah haji yang mabrur.” (HR. Bukhari)

Penulis Dr. Muhammad Ali al-Hasyimi, Pustaka al-Kautsar