Buku Istiqamah : Akidah, Ibadah, & Tasawuf (Pustaka al-Kautsar)

Buku Istiqamah : Akidah, Ibadah, & Tasawuf (Pustaka al-Kautsar)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 165.000,00
Rp 132.000
You save: IDR 33.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Istiqamah (Akidah, Ibadah, & Tasawuf), Ibnu Taimiyah, Pustaka al-Kautsar

Istiqamah sangat dalam maknanya hingga terdapat riwayat akan agungnya istiqamah, dari Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi, ia berkata, “Aku berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ قَالَ قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ فَاسْتَقِمْ

“Wahai Rasulullah, katakan kepadaku di dalam Islam satu perkataan yang aku tidak akan bertanya kepada seorangpun setelah Anda!” Beliau menjawab: “Katakanlah, ‘aku beriman’, lalu istiqamahlah.” (HR Muslim, Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Buku setebal 673 halaman ini disusun secara runtut dan sistematis, tidaklah seseorang melangkah di bab setelahnya maka ia akan kokoh di atas pemahaman bab sebelumnya. Buku berjudul Istiqamah ini memaparkan tema-tema yang selalu up date dibahas sepanjang masa. Seperti: Tentang Penjelasan Batasan Sunnah dan Bid’ah; Celaan Terhadap Perdebatan-Perdebatan Tanpa Dasar Ilmu; Fikih Ikhtilaf (Sebab-Sebab dan Etikanya); Perselisihan Para Ahli Kalam dan Beberapa Kritikan Terhadap Mereka; Perselisihan Mereka Dalam Menyifati Allah dengan Gerakan; Mencela Ilmu Kalam dan Bahwa Ilmu Kalam Tidak Menyampaikan Pada Ilmu Yakin; dan masih banyak lagi tema-tema yang menarik lainnya.

Apa Itu Istiqamah?

Ungkapan yang indah terkait hal ini disampaikan oleh Imam Ibnu Hajar al-Atsqalany rahimahullah, “Istiqamah adalah meniti jalan yang lurus, yakni agama yang lurus, dengan tanpa membelok ke kanan atau ke kiri. Dan istiqamah mencakup melakukan semua ketaatan yang lahir dan yang batin dan meninggalkan semua perkara yang dilarang. Maka wasiat ini mencakup seluruh ajaran agama.” (Jami’ul Ulum wal Hikam)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Surat Hud: 112)

Praktek Nyata Istiqamah

Dalam kehidupan bermasyarakat, kita akan bergaul dengan tetangga kanan-kiri kita. Dan Islam mengatur tata krama dalam bermasyarakat. Di antaranya menahan diri dari mengganggu mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ وَلَا يَدْخُلُ رَجُلٌ الْجَنَّةَ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

“Iman seorang hamba tidak akan istiqamah, sehingga hatinya istiqamah. Dan hati seorang hamba tidak akan istiqamah, sehingga lisannya istiqamah. Dan orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatan-kejahatannya, tidak akan masuk Surga.” (HR Ahmad)

Maka bagaimana pendapat Anda terkait orang yang menyalakan sound system di tengah malam dengan suara yang keras dengan dalih walimah?!? Tanya kenapa?