Buku Islam Ruh Seorang Mukmin Tergantung Pada Utangnya Hingga Dilunasi

Buku Islam Ruh Seorang Mukmin Tergantung Pada Utangnya Hingga Dilunasi

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 23.000,00
Rp 18.400
You save: IDR 4.600,00! (20.00%)

Product Description

Buku Islam Ruh Seorang Mukmin Tergantung Pada Utangnya Hingga Dilunasi

Buku Islam Ruh Seorang Mukmin Tergantung Pada Utangnya Hingga Dilunasi -Tren masa kini: “Seminar Revolusi Hutang”, Revolusi hutang adalah sebuah cara mengembalikan hutang secara cepat dengan  cara mengembangkannya pada bisnis. Anda tertarik? Hati-hati dan waspada! Jika Anda ingin turut serta menghadiri seminarnya, pastikan Anda sudah melahap buku ini sampai tuntas. Sebab sebaik-baik bekal bagi seorang muslim adalah takwa. Dan takwa itu didapat dengan belajar ilmu agama.

Gebyar Hutang Sana-Sini

Tanpa sadar masyarakat telah dininabobokan dengan gaya hidup berhutang; entah kredit HP, Kredit motor, dan merchandise lainnya. Apakah mereka tidak pernah membaca hadits ini: Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Jiwa seorang mukmin itu terkatung-katung dengan sebab hutangnya sampai hutang tersebut dilunasi.” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi)

Tanbih Kepada Yang Lalai

Sesungguhnya agama Islam adalah agama yang sempurna, mudah dan mengatur hubungan antara manusia dengan Khâliq (Allâh) Azza wa Jalla serta mengatur hubungan antara manusia dengan manusia dan makhluk lainnya. Islam mengatur mu’amalah (interaksi) manusia dengan peraturan terbaik. Agama Islam mengajarkan adab dan mu’amalah yang baik dalam semua transaksi yang dibenarkan dan disyari’atkan dalam Islam, misalnya dalam transaksi jual beli, sewa menyewa, gadai termasuk dalam transaksi pinjam-meminjam atau utang-piutang yang akan kita bicarakan.

Utang-piutang adalah mu’amalah yang dibenarkan syari’at Islam. Mu’amalah ini wajib dilaksanakan sesuai syari’at Islam, tidak boleh menipu, tidak boleh ada unsur riba, tidak boleh ada kebohongan dan kedustaan, dan wajib diperhatikan bahwa hutang wajib dibayar.

Utang-piutang banyak dilakukan kaum Muslimin, tetapi dalam prakteknya banyak yang tidak sesuai dengan syari’at. Fakta seperti ini wajib diluruskan, terutama bagi para penuntut ilmu dan para da’i.

Yang wajib diperhatikan oleh kaum Muslimin dan Muslimat, terutama para penuntut ilmu bahwa hutang dibolehkan dalam syari’at Islam, tetapi wajib dibayar! Oleh karena itu, setiap utang-piutang harus dicatat atau ditulis nominal serta waktu pelunasannya. Ini sebagai janji dan janji wajib ditepati. Kalau memang belum mampu bayar, maka sampaikanlah kepada yang memberikan hutang bahwa kita belum mampu bayar pada hari atau pekan ini atau bulan ini dan minta tempo lagi, agar diberi kelonggaran waktu pada hari, atau pekan, atau bulan berikutnya.

Yang wajib diingat oleh setiap Muslim dan Muslimah bahwa hutang wajib dibayar dan kalau tidak dibayar akan dituntut sampai hari Kiamat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mau menshalatkan jenazah seorang Muslim yang masih memiliki tanggungan hutang dua dinar sampai hutang itu dilunasi. Seorang yang meninggal dunia maka yang pertama kali diurus adalah membayarkan utang-utangnya meskipun itu menghabiskan seluruh hartanya dan tidak meninggalkan warisan.

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 112 halaman, ukuran buku 14 x 21 cm, dan dengan berat 141 gram.

Penulis: Yazid bin Abdul Qadir Jawas

penerbit: Pustaka At-Taqwa