Buku Islam Misteri Umur 60

Buku Islam Misteri Umur 60

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 18.000,00
Rp 14.000
You save: IDR 4.000,00! (22.22%)

Product Description

Buku Islam Misteri Umur 60

Buku Islam Misteri Umur 60-Hari terus berlalu menyisakan kenangan baik manis maupun pahit, jika ketaatan yang banyak dirasa, maka pujilah Allah atasnya. Dan apabila Anda menjumpai yang sebaliknya, maka jangan mencela selain kepada diri Anda sendiri.

Motivasi Beramal Akhirat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” (HR. at-Tirmidzi, no. 2317 dan Ibnu Majah, no. 3976.

Arif al-Yamani berkata, “Di antara tanda Allah berpaling dari seorang hamba, Allah menjadikannya sibuk dalam hal yang sia-sia.” (Hilyatul Auliya’, 10: 134).

Dalam pepatah disebutkan, “Waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali.”

Syaikh ‘Abdul Malik al-Qasim menjelaskan, “Waktu yang sedikit adalah harta berharga bagi seorang muslim di dunia ini. Waktu adalah nafas yang terbatas dan hari-hari yang dapat terhitung. Jika waktu yang sedikit itu yang hanya sesaat atau beberapa jam bisa berbuah kebaikan, maka ia sangat beruntung. Sebaliknya jika waktu disia-siakan dan dilalaikan, maka sungguh ia benar-benar merugi. Dan namanya waktu yang berlalu tidak mungkin kembali selamanya.” (Lihat risalah “al-Waqtu Anfas Laa Ta’ud”, hal. 3)

Dalam sebuah hadits disebutkan, “Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai: (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan, (3) hartanya bagaimana ia peroleh dan (4) di mana ia infakkan dan (5) mengenai tubuhnya di manakah usangnya.” (HR. at-Tirmidzi, no. 2417)

Ibnul Qayyim rahimahullah dalam al-Fawa’id berkata, “Menyia-nyiakan waktu itu lebih parah dari kematian. Karena menyia-nyiakan waktu memutuskanmu dari (mengingat) Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanya memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”

Basyr bin al-Harits berkata, “Aku pernah melewati seorang ahli ibadah di Bashrah dan ia sedang menangis. Aku bertanya, “Apa yang menyebabkanmu menangis?” Ia menjawab, “Aku menangis karena umur yang luput dariku dan atas hari yang telah berlalu, semakin dekat pula ajalku, namun belum jelas juga amalku.” (Mujalasah wa Jawahir Al ‘Ilm, 1: 46,).

Ingatlah, berapa usia Anda sekarang? Berapa banyak waktu yang tersia-siakan … Ingatlah kelak tidak ada udzur lagi saat usiamu telah menginjak 60 tahun. Rasulullah bersabda, “Allah memberi udzur kepada seseorang yang Dia akhirkan ajalnya, hingga sampai usia 60 tahun.” (HR. al-Bukhari, no. 6419).

(Disarikan dari petikan hikmah yang tertuang dalam rumaysho.com/3072)

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 132 halaman, ukuran buku 12 x 18 cm, dan dengan berat 121 gram.

Penulis: Ali Bin Sa'id bin Da'jam
Penerbit: Wacana Ilmiah Press