Buku Islam di Asia Tengah Sejarah, Peradaban, dan Kebudayaan

Buku Islam di Asia Tengah Sejarah, Peradaban, dan Kebudayaan

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 78.000,00
Rp 62.000
You save: IDR 16.000,00! (20.51%)

Product Description

Buku Islam di Asia Tengah Sejarah, Peradaban, dan Kebudayaan

Buku Islam di Asia Tengah Sejarah, Peradaban, dan Kebudayaan-Islam pernah berjaya di masa silam hingga mencapai wilayah yang sangat jauh. Tentunya, di samping dalam rangka mengambil ibrah dari sejarah sekaligus menyaring mana kebudayaan yang sesuai dengan Islam dan mana yang bukan. Mana ulama yang sesuai dengan sunnah dan mana ulama yang mendukung bid'ah. Patokannya adalah segala hal dalam urusan ibadah yang tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka ia adalah bid’ah dan segala ilmu yang menyelisihi petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka ia bukan bagian dari Islam. Contoh dalam kedua perkara ini adalah di bangunnya kuburan dengan kubah-kubah cantik (lihat hal.314-320), maka ini jelas menyelisihi ajaran Islam.

Jabir bin ‘Abdillah radhiyallaahu ‘anhu berkata :

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ، وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ،وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ

“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah melarang kubur untuk dikapur, diduduki, dan dibangun sesuatu di atasnya.” (Muslim, Abu Dawud, dan selainnya)

Perkataan Ulama Tentang Hal Ini

Muhammad bin Idris asy-Syafi’iy rahimahullah berkata: “Dan aku senang jika kubur tidak dibangun dan tidak di kapur / di semen, karena hal itu menyerupai perhiasan dan kesombongan. Orang yang mati bukanlah tempat untuk salah satu di antara keduanya. Dan aku pun tidak pernah melihat kubur orang-orang Muhaajiriin dan Anshaar dikapur..... Dan aku telah melihat sebagian penguasa meruntuhkan bangunan yang dibangunan di atas kubur di Makkah, dan aku tidak melihat para fuqahaa’ mencela perbuatan tersebut.” (al-Umm, 1/316 – via Syamilah)

An-Nawawiy rahimahullah ketika mengomentari riwayat ‘Aliy radhiyallaahu ‘anhu di atas berkata: “Pada hadits tersebut terdapat keterangan bahwa yang disunnahkan kubur tidak terlalu ditinggikan di atas permukaan tanah dan tidak dibentuk seperti punuk onta, akan tetapi hanya ditinggikan seukuran sejengkal dan meratakannya. Ini adalah madzhab Asy-Syaafi’iy dan orang-orang yang sepakat dengan beliau.” (Syarh an-Nawawiy ‘alaa Shahih Muslim, 3/36)

Contoh yang lain  adalah tersebarnya para tokoh agama yang menyebarkan filsafat (ilmu kalam), atau berpemahaman mu’tazilah, atau menawarkan konsep Jabriyah, atau Qadariyah, dan pemikiran-pemikiran baru lainnya. Sekalipun  ada yang menyebut mereka sebagai ulama-ulama Islam. Padahal penilaian itu dari hakekatnya dan bukan sekedar penampilan luarnya. Kita pungkasi uraian singkat ini dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Aku tinggalkan untuk kalian sesuatu. Jika kalian berpegang teguh kepadanya, kalian tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu Kitab Allah dan Sunnahku” (Diriwayatkan Imam Malik dan yang lainnya, dihasankan oleh Syaikh al-Albani).

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 356 halaman, ukuran buku 15,5 x 24 cm, dan dengan berat 639 gram.
Penulis: Muhammad Abdul Azhim Abu An-Nashr
Penerbit: Pustaka Al-Kautsar