Buku Gila Baca Ala Ulama (Pustaka Arafah)

Buku Gila Baca Ala Ulama (Pustaka Arafah)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 35.000,00
Rp 28.000
You save: IDR 7.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Gila Baca Ala Ulama (Pustaka Arafah)

Imam Ibnul Jauzi menceritakan kisahnya, “Saya tidak pernah kenyang membaca buku. Jika menemukan buku yang belum pernah saya lihat, maka seolah-olah saya mendapatkan harta karun. Saya pernah melihat katalog buku-buku wakaf di madrasah an-Nidhamiyah yang terdiri 6.000 jilid buku. Saya juga melihat katalog buku Abu Hanifah, al-Humaidi, Abdul Wahhab bin Nashir dan yang terakhir Abu Muhammad bin Khasysyab. Saya pernah membaca semua buku tersebut serta buku lainnya. Saya pernah membaca 200.000 jilid buku lebih. Sampai sekarang saya masih terus mencari ilmu.”

Imam adz-Dzahabi di dalam Siyar A’lam an-Nubala’ pada biografi seorang pakar hadits, Abu Muhammad Abdullah bin Muhammad al-Hajri al-Andalusi menyebutkan bahwa al-Hafizh Abu Abdillah bin al-Abbar membaca Shahih Muslim di hadapan  Abu Muhammad dalam 6 hari. Subhanallah!

Di dalam kitab Inba’ al-Ghumr tentang biografi As’ad bin Muhammad bin Mahmud asy-Syairazi disebutkan bahwa dia telah membaca Shahih Bukhari di hadapan Syamsuddin al-Karamani lebih dari 20 kali.

Dan masih banyak lagi … keunikan yang terjadi pada ulama zaman dahulu. Dan di akhir pembahasan penulis singgung terkait ilmu apa saja yang wajib dipelajari; sikap menyeimbangkan antara membaca sendiri dengan membaca bersama guru; mengenal metode membaca; dan anjuran mencatat faidah yang terkandung dalam buku yang tengah Anda baca.

Membaca Itu Menyenangkan!

Membaca bagi sebagian orang adalah aktivitas yang menjemukan, tidak menyenangkan bahkan cenderung “menyiksa”. Lihatlah bagaimana sulitnya seorang pelajar untuk duduk tenang dalam satu jam untuk sekedar membaca buku pelajarannya. Atau seorang mahasiswa dalam menelaah buku-buku diktat mata kuliahnya. Padahal jika kita tengok kebiasaan ulama-ulama terdahulu mereka sangat getol sekali dalam menuntut ilmu. Membaca bagi mereka bagai memakan hidangan lezat, bahkan lebih nikmat dari itu.

Buku yang ditulis oleh Syaikh Ali bin Muhammad al-’Imran ini memaparkan dengan gamblang gambaran ulama terdahulu dalam usaha mereka mencari dan mempelajari ilmu. Mereka merelakan sebagian harta, waktu, dan bahkan jiwanya untuk mendalami ilmu. Bagaimana tidak, ada di antara mereka yang “rela” membujang (bukan karena tidak mau menikah) dikarenakan sibuknya mencari ilmu, atau masuk ke jurang gara-gara saking semangatnya membaca buku hingga saat berjalan pun tak lupa baca buku. Semua itu terjadi dalam realitas nyata!

Sungguh kebiasaan mereka perlu disuarakan kembali di zaman ini. Umat sangat membutuhkan ilmu atas persoalan yang mereka hadapi sekarang. Hati butuh nutrisi agar senantiasa terisi dengan lautan iman dan ingat kepada-Nya. Maka sudah saatnya para pemuda, para ulama, pencari ilmu, dan semua kaum muslimin kembali menggelorakan semangat baca. Menjadikannya agenda harian, tiada hari tanpa membaca!

Penulis, Ali bin Muhammad al-’Imran, Pustaka Arafah.