Buku Dosa-Dosa Yang Diremehkan Manusia

Buku Dosa-Dosa Yang Diremehkan Manusia

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 36.000,00
Rp 30.600
You save: IDR 5.400,00! (15.00%)

Product Description

Buku Dosa-Dosa Yang Diremehkan Manusia

Manusia bukanlah makhluk ‘bebas’ yang boleh berbuat apa saja tanpa kendali. Di samping karunia akal yang menjadikan manusia mampu membedakan yang baik dan buruk, manusia juga dikendalikan oleh aturan agama yang menuntunnya untuk melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan.

Bagi seorang mukmin, Islam telah menurunkan seperangkat ajaran yang harus ditaatinya. Islam menuntunnya untuk selalu beramal shalih dan meninggalkan segala dosa. Berbagai larangan dalam Islam disampaikan untuk ditinggalkan, karena di dalamnya mengandung kemadharatan yang bisa merusak tatanan kehidupan manusia.

Buku ini menyajikan lebih dari 460 dosa dan larangan dalam Islam yang seharusnya kita tinggalkan. Namun sayangnya, banyak orang yang malah meremehkan dosa-dosa ini, padahal dengan jelas sekali dalil-dalil al-Qur’an dan as-Sunnah telah melarangnya. Memang, sangat mungkin sekali karena ‘faktor ilmu’ yang belum mereka ketahui dan faktor ‘lemahnya iman’, sehingga dosa-dosa ini begitu diremehkan dan terus digemari setiap hari. Nah, buku ini hadir untuk memberikan penyadaran dan sekaligus motivasi agar berbagai dosa dan larangan yang dikemukakan dalam buku ini bisa segera dijauhi sejauh-jauhnya.

Ensiklopedi Larangan Dalam al-Qur’an dan as-Sunnah

Allah dan Rasul-Nya melarang kita melakukan banyak hal, dan dengan menjauhi hal-hal tersebut akan terwujud maslahat besar dan manfaat tak terkira, serta tercegah banyak kerusakan dan keburukan besar.

Di antara larangan itu ada yang haram dan ada yang makruh. Seyogyanya seorang muslim menjauhi semua larangan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apa yang aku larang kalian melakukannya, maka jauhilah.” Seorang muslim yang baik tentu akan bersungguh-sungguh menjauhi larangan, baik yang haram maupun yang makruh. Ia tidak akan melakukan perbuatan mereka yang lemah iman, yang tidak peduli meski terjerumus ke dalam perkara makruh. Sebab, ia mengetahui bahwa sikap menyepelekan perkara yang makruh akan menjerumuskan dirinya ke dalam perkara haram. Perkara makruh ibarat tanah larangan bagi perkara haram, barangsiapa ‘menggembala’ di dalamnya dikhawatirkan akan ‘menggembala’ di wilayah yang diharamkan oleh Allah. Selain itu, dengan menjauhi perkara makruh pelakunya akan mendapatkan pahala dari Allah, jika ia meninggalkannya karena Allah.

Dengan demikian, belum  bisa dibedakan antara apa yang dilarang Allah sebagai makruh dan apa yang dilarang-Nya sebagai haram. Memilah antara keduanya membutuhkan ilmu pengetahuan, namun demikian mayoritas larangan yang akan dibahas di dalam risalah ini terbilang perkara haram, bukan perkara makruh.

Dan Allah telah mengancam orang yang melanggar batasan-batasan-Nya dan menodai perkara-perkara haram yang ditetapkan-Nya. Allah berfirman,

وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ

“Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api Neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.” (Surat an-Nisaa’: 14)

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 179 halaman, ukuran buku 14 x 20 cm, dan dengan berat 403 gram.
Penulis: Muhammad Shalih Al-Munajjid
Penerbit: Zam-Zam