Buku Do’a & Wirid Disertai Transliterasi Indonesia

Buku Do’a & Wirid Disertai Transliterasi Indonesia

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 19.000,00
Rp 17.000
You save: IDR 2.000,00! (10.53%)

Product Description

Buku Do’a & Wirid Disertai Transliterasi Indonesia

Do’a menenangkan hati yang gelisah. Do’a mengajak kita pasrah setelah berusaha maksimal. Do’a mendekatkan kita kepada Allah Sang Maha Segalanya, serta mengingatkan diri akan tidak berdayanya kita tanpa rahmat dan kasih sayang-Nya.

Dalam buku ini, terdapat do’a yang terkait dengan berbagai aktifitas sehari-hari. Disertai keutamaan yang dapat diperoleh dan arti masing-masing do’a yang disampaikan dengan jelas, diharapkan buku berkemasan ringkas ini mempermudah pembaca melakukan dzikir sebagai elemen penting ibadah seorang muslim.

Dua Syarat yang Harus Diperhatikan

Rasulullah adalah orang yang paling banyak berdzikir. Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan hadits yang terdapat pada Shahih al-Bukhari, “Rasulullah tidak pernah berhenti berdzikir setiap waktu.”

Namun, hal terpenting yang harus dicamkan berkaitan dengan dzikir ini adalah bahwa dzikir termasuk bagian dari ibadah. Sementara ibadah hanya dapat diterima dengan dua syarat utamanya; ikhlas dan ittiba’. Ikhlas berarti memurnikan tujuan ibadah tersebut semata-mata hanya karena Allah, hanya untuk mendapatkan keridhaan-Nya semata. Ittiba’ artinya ibadah itu harus dilakukan  mengikuti petunjuk dan contoh yang diberikan oleh Rasulullah. Karena Rasulullah bersabda, “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)

Dengan demikian, dzikir juga harus dilakukan secara ikhlas dan dengan mengikuti contoh ajaran Rasulullah secara tepat dan benar.

Keutamaan Berdzikir

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Surat al-A’raf: 205)

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allâh. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allâh hati menjadi tentram.” (Surat ar-Ra’d: 28)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

“Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (Surat al-Ahzab: 41)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap kali sekelompok orang berkumpul dalam satu majelis tanpa berdzikir kepada Allah, dan tanpa membaca shalawat kepada Rasulullah, pasti mereka akan menyesal. Bila Allah menghendaki mereka bisa disiksa karenanya. Dan bila Allah menghendaki, mereka bisa saja diampuni.” (HR. Tirmidzi)

Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap kali sekelompok orang bangkit dari suatu majelis tanpa berdzikir kepada Allah, maka mereka bagaikan bangkit dari bangkai keledai dan mereka pasti akan menyesal.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Penulis: Dr. Ali bin Wahf Al-Qahthani
Penerbit: Pustaka At-Tibyan
Judul Kitab Asli : Hisnul Muslim
Penerjemah : Abu Umar Basyir
Ukuran: 10 cm x 14 cm
Cover: Soft Cover
Berat: 250 Gram
Tebal: 236 halaman